Tampilkan postingan dengan label Hatta Rajasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hatta Rajasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juli 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Akhirnya, Demokrat Sudahi Masa Golput


Setelah cukup lama bimbang dan tidak menentukan pilihan, kini akhirnya partai Demokrat memberikan keputusan tentang dukungannya. Yap, partai yang akan menikmati masa-masa terakhir kekuasaannya ini, telah secara resmi menjadikan salah satu pasangan sebagai jagoannya.

Siapa pasangan yang beruntung (atau malah sial) itu? Mari kita simak bersama berita yang kami sadur dari Republika.co.id ini dan bonus, ada ulasan juga seputar pengaruh dukungan Demokrat ini terhadap Pilpres mendatang

Demokrat Bisa Rusak Koalisi Merah Putih Prabowo-Hatta
Oleh: Mansyur Faqih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan nomor urut satu Prabowo-Hatta, Senin (30/6). Langkah itu dinilai berpotensi menimbulkan konflik di antara partai koalisi pendukung Prabowo-Hatta dan rawan pecah jika pasangan ini terpilih.
Pengamat politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf mengatakan, Demokrat yang datang terlambat akan membuat cemburu partai koalisi Merah Putih. Sebab, Demokrat dianggap tak ikut bekerja dalam pemenangan pasangan nomor urut satu itu.
"Prabowo harus hati-hati karena yang lain bisa cemburu. Jika Prabowo-Hatta terpilih, koalisi ini rawan pecah," katanya saat dihubungi, Selasa (1/7).
Dalam politik, katanya, sah-sah saja bicara pembagian kekuasaan. Namun, masuknya partai yang dibidani Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ke kubu Prabowo-Hatta akan memicu kecemburuan jika ada ketidakadilan dalam pembagian kursi kekuasaan. Malah, bukan tak mungkin koalisi itu bisa pecah.
Guru besar ilmu politik UI itu menambahkan, sejak awal Demokrat memang terlihat ragu-ragu dalam bersikap. Hal ini terlihat dari perjalanan panjang partai berlambang segitiga mercy itu sejak detik-detik terakhir penentuan koalisi sebelum pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai penentuan sikap secara resmi pada 30 Juni.
Sebelum pendaftaran ke KPU, Demokrat menyatakan netral. Tetapi di tengah jalan mengatakan akan berkoalisi dengan calon yang mempunyai visi misi segaris dengan program SBY. Hingga pada 1 Juni mereka mendengar pemaparan Prabowo-Hatta dan mengatakan visi misinya sejalan dengan pemerintah SBY.
Sikap itu, katanya, tidak lain karena sentralistik kepemimpinan Demokrat yang bergantung pada figur SBY. "Itu karena semua tergantung dan menunggu SBY. Dan SBY lama dalam menentukan sikap partai," ujarnya.
Maswadi juga meyakini, suara 10 persen Demokrat dalam pileg tak otomatis ke Prabowo. Sebab, masyarakat akan melihat figur kedua calon atau head to head antara Prabowo dan Jokowi.

Senin, 30 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

JK Kelelahan Setelah Debat dengan Hatta?

Acara debat calon wakil Presiden yang berlangsung pada Minggu malam kemarin memang seru dan ketat. Masing-masing calon memaparkan argumentasinya, dan mencoba meyakinkan masyarakat bahwa mereka adalah orang yang paling tepat untuk mengatasi masalah negeri ini. Baik JK maupun Hatta sama-sama mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Siapa yang menang? Andalah yang menentukannya. Namun ternyata, ada kisah sedih yang terjadi setelah debat. Karena ternyata, setelah debat JK harus dilarikan ke rumah sakit. Dan itu membuat kita yang membaca ini semua berdoa agar dia baik-baik saja. Langsung saja, kita baca berita yang dilansir oleh Tempo.co ini:

Usai Debat dengan Hatta, JK Dirawat di Rumah Sakit

Oleh: Erwan Hermawan

TEMPO.COJakarta - Calon wakil presiden dari poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Muhammad Jusuf Kalla, menjalani perawatan seusai debat dengan cawapres Hatta Rajasa tadi malam. JK di rawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat.

Pada Senin, 30 Juni 2014, konsultan pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang juga  CEO PolMark, Eep Saefulloh Fatah, mengatakan, "Cuma istirahat. Nanti ada yang akan memberi tahu." 

Mantan Menteri Peridustrian Fahmi Idris menuturkan JK masuk rumah sakit seusai debat. JK, kata dia, masuk rumah sakit atas anjuran dokter. "Keletihan fisik saja," ujarnya.

Meski begitu, ia memastikan kondisi JK relatif sehat, hanya butuh istirahat karena kelelahan. "Secara keseluruhan sehat. Tapi memang beliau tidurnya kurang. Beliau tidur satu-dua jam per harinya," ujar mantan anggota Dewan Pertimbangan Partai  Golkar itu.

Ia memperkirakan jadwal kampanye yang padat sebagai penyebab JK kelelahan. "Coba bayangkan, pukul 6 pagi berangkat untuk kampanye. Berarti minimal pukul 5 sudah bangun. Pulang ke rumah pukul 2 malam. Siapa pun akan kolaps dan keletihan. Fisik berat pikiran juga berat," tuturnya.

Namun demikian, ia memastikan JK tidak mengalami penyakit serius. "Darah tinggi tidak ada dan penyakit jantung juga tidak ada," kata Fahmi. 

Untuk penjelasan lebih lanjut, ujar dia, akan ada konferensi pers terkait dengan kondisi JK. "Pukul 3 sore nanti akan ada penjelasan soal ini," tuturnya.

JK mengkuti debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum di Hotel Bidakara, Ahad malam, 29 Juni 2014. Debat yang dimoderatori Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Dr Dwikorita Karnawit itu bertemakan "Pembangunan Sumber Daya Manusia serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi". 

Jumat, 13 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Keajaiban Prabowo dan Hatta Rajasa


Dalam proses kampanye periode 2014 ini, kita melihat dengan mata kepala sendiri, betapa brutalnya tim sukses masing-masing calon. Kita melihat banyaknya black campaign yang ada di berbagai media saat ini. Tidak hanya media mainstream, tapi juga-utamanya- media sosial.

Salah satu calon yang banyak mendapat serangan secara negatif di dalam perang opini ini adalah Prabowo. Dengan berbagai tuduhan masa lalu yang ada padanya, membuat dia seakan menjadi sasaran empuk untuk diserang, terutama dalam kasus HAM. Benarkah? Kita tidak tahu untuk saat ini.

Tapi yang pasti, serang bertubi-tubi yang diarahkan pada Prabowo dan Hatta ini justru menimbulkan keajaiban lain. Elektabilitas mereka naik!

Tidak percaya? Kenapa tidak anda baca sendiri saja beritanya di Kompas.com ini:

Kerap Diserang Isu Negatif, Elektabilitas Prabowo-Hatta Justru Melejit

Oleh: Ambaranie Nadia Kemala Movanita

JAKARTA, KOMPAS.com — Beredarnya isu-isu miring yang dialamatkan pada pasangan capres-cawapres nomor urut satu, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, tidak lantas menurunkan elektabilitas mereka. 

Hasil survei yang dihimpun Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) dari Fokus Survei Indonesia (FSI), Survei dan Polling Indonesia (SPIN), dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa Prabowo-Hatta unggul.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (12/6/2014), Direktur Eksekutif NCID Jajat Nurjaman mengatakan, elektabilitas Prabowo-Hatta meningkat karena tim pemenangan Jokowi-JK dianggap kerap memojokkan pasangan tersebut dengan isu-isu sumir. "Sudah mulai bosannya masyarakat dengan gaya pencitraan yang dilakukan pasangan Jokowi-JK, serta cara tim suksesnya yang cenderung selalu memojokkan pasangan lain," kata Jajat.

Hasil survei FSI menunjukkan Prabowo-Hatta unggul dengan 45,7 persen, sedangkan Jokowi-JK memperoleh 45,2 persen. Dalam survei SPIN, Prabowo-Hatta memperoleh 44,9 persen dan Jokowi-JK 40,1 persen. Sementara itu, berdasarkan survei LSI, Prabowo-Hatta unggul di wilayah Banten dan DKI Jakarta dengan 35 persen, sedangkan Jokowi JK 26,25 persen.

Sementara itu, dalam survei lain yang juga dianalisis oleh NCID, yakni Populi Center dan Pusat Data Bersatu (PDB), Jokowi-JK lebih unggul. Dalam survei Populi Center, Jokowi-JK memperoleh 47,5 persen, sedangkan Prabowo-Hatta dengan 36,9 persen. Dalam survei PDB, Jokowi-JK unggul dengan 32,2 persen dan Prabowo-Hatta 26,5 persen.

Budi Purnomo dari Media Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta mengapresiasi dukungan masyarakat yang tidak terpengaruh pada kampanye hitam yang diembuskan untuk menjatuhkan Prabowo-Hatta. Menurut Budi, masyarakat dapat melihat komitmen timnya untuk melakukan kampanye damai.

"Kami terutama sangat bersyukur bahwa di tengah-tengah begitu banyak tudingan terhadap kami mengenai kampanye hitam yang menghantam kami, ternyata masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang sengaja diciptakan untuk menjatuhkan Prabowo-Hatta," ujar Budi.

Senin, 02 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bisakah Prabowo Hatta Berjaya di Jawa Timur?


Prabowo Hatta yang merupakan capres nomor 1 pada pemilihan presiden tahun 2014 ini, memiliki harapan besar di dapil Jawa Timur. Padahal, secara massa partai, Jawa Timur dan sekitarnya bukanlah kekuasaan dari mereka. Hal itu terlihat dari dukungan PKB (yang notabene banyak didukung orang Jawa Timur) kepada Jokowi - JK.

Namun, seperti yang kita tahu, pilpres bukanlah melulu soal partai. Sosok Prabowo dan Hatta yang berkharisma diyakini cukup mampu membuat orang Jawa Timur berpaling dari pilihan partainya, dan memutuskan untuk memilih Prabowo, sang panglima dengan wibawa yang tak terkira.

Bagaimanakah hasilnya nanti? Tentu saja kita tidak bisa mengetahuinya sekarang. Saat ini, yang lebih menarik adalah menyimak keyakinan timses (tim sukses) dari Prabowo yang berharap pasangannya dapat meraup lebih dari 60% suara di Jawa Timur. Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak berita yang kami sadur dari okezone.com ini:

Prabowo-Hatta Yakin Raup 60% Suara di Jawa Timur

Oleh: Angkasa Yudhistira

JAKARTA- Wakil Ketua Timses Pasangan Prabowo-Hatta, Tjatur Sapto Edy meyakini pasangan nomor urut satu itu  dapat meraup sekira 60 persen suara di Jawa Timur pada Pilpres 2014.

"Sekira 60 persen-lah. Karena pak Prabowo sudah bersilaturahmi dengan para kiai serta elemen-elemen lainnya Jawa Timur itu sudah lama," ujarnya di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Senin (2/6/2014).

Selain silaturahmi yang dijalin Prabowo, lanjutnya, keberadaan Mahfud MD sebagai Ketua Timses, juga akan memberikan sumbangsih suara yang besar bagi Prabowo-Hatta.

"Ya jelas ada Pak Mahfud juga. Kalau ada orang yang menyampaikan survei bulan kemarin, itu sudah bias, tidak valid. Tapi, survei setelah ada Pak Mahfud, ada Ahmad Dhani, Rhoma, ada dukungan-dukungan para kiai besar termasuk Kiai Idris semua berubah," terangnya. 

Sementara, untuk terus dapat mendulang suara, Cawapres Hatta Rajasa akan diberi tugas meraih dukungan dari tanah Sumatera.

"Itu buat konsolidasikan tim kampanye di wilayah-wilayah. Sumatera sekira 20 persen, ya jelas yakin. Dari survei, kita kan jelas menang di Sumatera. Ini harus dipertahankan," tegasnya. 

Rabu, 28 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Tim Sukses Prabowo Hatta dari Partai Demokrat


Meskipun partai Demokrat tidak memutuskan untuk memberikan suaranya secara resmi kepada salah satu pasangan, namun bukan berarti kadernya tidak diperbolehkan memilih. Baru-baru ini, salah satu kader partai Demokrat yang cukup berpengaruh, memutuskan untuk menjadi tim sukses dari Prabowo Hatta.

Memang, visi dan misi yang jelas dan lugas dari Prabowo Hatta sejauh ini telah membuat banyak politikus memutuskan untuk ikut ke dalam koalisinya. Dan hal itu juga berlaku bagi politisi dari partai Demokrat ini. Siapakah politisi yang dimaksud itu? Mari kita simak bersama berita yang kami sadur dari Viva.co.id ini:

Marzuki Alie Jadi Tim Sukses Prabowo-Hatta

Oleh: Aries Setiawan, Nur Eka Sukmawati

VIVAnews - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie, bergabung dalam tim pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Marzuki menegaskan bahwa keputusannya untuk bergabung dalam tim sukses Prabowo-Hatta atas inisiatif sendiri. Marzuki menilai pasangan itu berkomitmen melanjutkan Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kan Pak Prabowo sudah mengatakan program Pak SBY yang bagus akan dilanjutkan, yang kurang akan diperbaiki," ujar Marzuki, Rabu, 28 Mei 2014.

Tak hanya itu, ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu juga merasa memiliki kedekatan personal dengan Hatta Rajasa. Kata Marzuki, Hatta mempunyai kapasitas untuk mengurus negara.

"Kami kan sama-sama orang Sumatera Selatan, pernah sama-sama jadi tim sukses SBY, saya waktu itu sekretaris. Beliau kan juga pernah jadi menko Perekonomian," ungkap dia.
Rapat Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta usai dilaksanakan di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak I, Otista, Jakarta Timur, Minggu 25 Mei 2014. Hasilnya, ada sekitar 50 anggota tim sukses dalam pemenangan pasangan capres-cawapres ini.

Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tantowi Yahya mengatakan, anggota itu merupakan perwakilan dari partai-partai anggota koalisi dan mendapatkan posisi yang sama.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Prabowo Hatta Bakal Menang Telak?


Pasangan Prabowo Hatta yang merupakan capres hasil bentukan koalisi merah putih yang banyak dihuni partai politik memang memiliki banyak potensi. Dengan pengalaman Prabowo sebagai seorang tentara berpangkat tinggi serta kemampuan negarawan Hatta yang sudah banyak diakui (bahkan oleh presiden SBY sendiri), jelas sekali pasangan ini menyimpan potensi kemampuan yang sangat besar.

Berbeda dengan pasangan lainnya yang memiliki janji utang dengan DKI Jakarta, Prabowo Hatta yang sudah terang-terangan melepas jabatannya sebelum terjun di pemilu kali ini, memiliki kebebasan yang lebih besar. Lalu, bagaimana pendapat PAN tentang kans besar untuk menang ini? Mari kita simak berita yang kami sadur dari Antaranews.com ini:

Prabowo-Hatta diprediksi menang telak

Editor: Ella Syafputri

Jakarta (ANTARA News) - Bakal capres-cawapres Prabowo-Hatta Rajasa diperkirakan bisa menang telak dalam pemilihan presiden (pilpres) mendatang. 

"Optimisme menang telak itu bukan tanpa alasan, tapi hampir semua kalangan mendukung pasangan ini," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Taslim Chaniago, di Jakarta, Kamis. 

Menurut anggota Komisi III DPR RI itu, pasca deklarasi pasangan tersebut, banyak bermunculan simpatisan, kelompok ataupun organisasi massa yang mendukung pasangan tersebut. 

"Ini membuktikan bahwa antusiasme masyarakat kepada pasangan ini sangat tinggi untuk memenangkan Prabowo-Hatta," kata Taslim. 

Ia menuturkan, pasangan ini didukung purnawirawan TNI, musisi, mahasiswa, bahkan tokoh dari partai lain seperti Harry Tanoe Sudibjo, Fuad Bawazir, Rhoma Irama, dan Mahfud MD menjadi modal besar bagi pasangan Prabowo-Hatta untuk memenangkan pilpres. 

"Kita yakin dan akan bersama-sama bergerak untuk menyosialisasikan kepada masyarakat untuk memenangkan Prabowo-Hatta" jelasnya. 

Selain didukung banyak pihak, ujarnya, komposisi pasangan ini merupakan paduan yang sempurna dan akan mudah diterima oleh masyarakat. 

"Prabowo sosok pekerja keras dan tegas dan tidak mementingkan popularitas, sementara sosok yang pintar berkomunikasi. Keduanya memiliki konsep jelas dalam mensejahterakan masyarakat," ujarnya. 
(Zul)

Senin, 26 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Keunggulan Hatta Rajasa



Saat Hatta Rajasa diumumkan sebagai calon wakil Presiden yang mendampingi Prabowo Subianto, banyak orang bertanya-tanya, memang apa yang membuat Menko Perekonomian ini dianggap layak mendampingi sosok besar seperti Prabowo?

Ternyata, ada banyak keunggulan Hatta yang tidak diketahui oleh publik. Untungnya, fakta yang sempat tertutup itu dibeberkan oleh Berita Satu. Mari kita simak beritanya secara lebih lengkap:

Jadi Cawapres, Ini Lima kekuatan Menonjol Hatta

Oleh: Y-7

Jakarta - Calon wakil presiden (Cawapres) koalisi merah putih, Hatta Rajasa, dinilai sudah cukup memiliki pengalaman dalam mengisi pembangunan nasional.
Sebagai salah satu tokoh, Hatta sudah menjabat menteri sejak 2001 dan kontribusinya masih sangat diperlukan untuk Pembangunan Indonesia.
"Pengalaman sebagai teknokrat menjadi modal penting untuk memperbaiki negeri ini," kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Faisal Nurdin Idris, Minggu (25/5).
Faisal menilai, ada sedikitnya lima kekuatan Hatta dalam cawapres. Pertama, Hatta dianggap sebagai tokoh nasionalis. Salah satu langkah penting yang pernah dilakukan yakni pemberlakuan UU no 4/2009 tentang minerba pada 12 Januari 2014 menghentikan ekspor bahan mentah dari perut bumi nusantara merupakan kerja keras Hatta.
Kedua, Selama menjabat menko perekonomian 2009 - 2014, kinerja ekonomi Indonesia terus positif. Ekonomi Indonesia naik menjadi nomor 10 dunia.
Ketiga, sejak menjabat menristek 2001 sampai menko perekonomian 2014, Hatta tidak pernah menggunakan fasilitas voorijder atau pengawalan. Besan SBY itu rela terjebak macet seperti warga biasa pada umumnya.
Keempat, Hatta tidak haus kekuasaan. Sejak 2009 yang bersangkutan diramalkan menjadi cawapres SBY. Namun setelah SBY memilih Boediono, Hatta justru menjadi ketua tim kampanye nasional SBY Boediono, sikap yang jauh dari pemburu kekuasaan.
Kelima, Hatta berhasil memecah kebuntuan komunikasi antara SBY dan Mega. Dia juga menyelesaikan aksi buruh yang menutup jalan tol Jakarta - Cikampek. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya pada 2013 memberikan penghargaan kepada Hatta sebagai narasumber yang ramah.
Bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, yang juga anggota tim pemenangan koalisi merah putih, sebelumnya bahkan juga menyatakan kekagumannya kepada sosok Hatta.
"Hatta sosok yang low profile jadi itu penting sekali, orang rendah hati itu gampang belajar. Tidak bisa kita memiliki pemimpin yang tertutup. Dan saya paling suka orang rendah hati dan orang bisa maju karena rendah hati," kata Hary.

Jumat, 23 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Visi dan Misi Pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla

Meskipun menjadi pemenang pemilu legislatif, tidak serta merta Jokowi menjadi orang yang berada di atas angin untuk menjadi presiden. Pasalnya, lobi politik yang tidak terlalu cepat, membuat Jokowi 'hanya' mendapatkan dukungan dari 4 partai saja. Padahal, Prabowo sebagai saingan Jokowi berhasil mendapatkan simpati dari  partai-partai lainnya, termasuk Golkar.

Nah, untuk mengetahui bagaimana sepak terjang dan rencana Jokowi jika terpilih menjadi Presiden RI menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Ada baiknya kita cermati dulu bagaimana visi dan misinya. Mengamati visi dan misi Jokowi cukup penting, mengingat dalam beberapa kesempatan banyak orang menuding bahwa Jokowi sebenarnya tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Sekarang adalah saat untuk pembuktiannya. Benarkah tudingan itu? Atau itu hanya black campaign saja?

Selain itu, ada juga hal menarik lain: faktor JK. JK sebagai mantan Wakil Presiden sekaligus mantan Capres pastilah sudah sangat berpengalaman dalam hal-hal seperti ini. Menarik untuk melihat, sumbangsih apa yang diberikannya untuk penyusunan visi misi kali ini. Apakah dengan masuknya JK sebagai calon wakil presiden dari kubu Jokowi akan mampu memberikan masukan yang penting bagi visi dan misinya? Hal ini terutama dalam hal ekonomi. Karena seperti kita tahu, JK adalah salah satu ahli ekonomi yang dimiliki oleh bangsa ini. Karenanya, tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita simak visi dan misi Jokowi - JK yang ada di link berikut:

Visi dan Misi Jokowi dan Jusuf Kalla

Menarik untuk melihat, apakah visi dan misi yang sekilas terlihat lebih sederhana dibanding milik Prabowo dan Hatta Rajasa ini akan mampu membuat Jokowi mengalahkannya? Meskipun kemungkinan untuk menang sangatlah kecil?
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Visi Misi Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa


KPU telah menerbitkan visi dan misi pasangan Capres yang diusung oleh Partai Gerindra, PAN, PKS, Golkar, PPP, dan lain-lain yaitu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Sebagai calon yang memiliki kandidat kuat untuk memenangkan pemilu kali ini, tentu saja visi dan misi mereka patut untuk kita simak.

Sebagai warga negara Indonesia yang peduli akan masa depan bangsa ini, tentu saja memperhatikan visi dan misi calon presiden adalah sebuah kebutuhan mutlak. Dengan mengetahui visi dan misi masing-masing capres, kita minimal akan semakin memahami, apa saja yang dijanjikan oleh mereka sebelum akhirnya menjadi Presiden RI yang sah.

Prabowo dikenal sebagai sosok yang keras dan berani melawan asing. Latar belakangnya dari militer, menegaskan citra itu. Sebagai seorang yang terbiasa dengan kehidupan keras ala militer, Prabowo jelas memiliki wibawa yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini. Dengan berbagai kenyataan itu, Prabowo menjanjikan Indonesia yang berdaulat.

Ya, visi pemerintahan Prabowo adalah: "Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur, serta bermartabat."

Untuk melihat lebih jelas tentang visi dan misi Prabowo ini, marilah kita melihat secara langsung pada dokumen yang dipublikasikan KPU ini. Langsung saja download pada link berikut:

Visi dan Misi Prabowo dan Hatta Rajasa

Semoga dengan ini akan membantu saudara sekalian untuk semakin memantapkan pilihan. Apakah ke Prabowo atau ke Jokowi. Pesan kami, gunakanlah hak pilih anda, bukti bahwa anda peduli akan nasib bangsa.

Kamis, 22 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bukti PAN Sudah Bukan Muhammadiyah?


Dulu, sewaktu awal didirikan oleh Amien Rais, memang ideologi PAN sangat kental dengan Muhammadiyah. Namun, seiring dengan dinamika politik yang terjadi, perlahan-lahan PAN semakin tidak terikat oleh Muhammadiyah. Salah satu bukti terbaru menunjukan bahwa Muhammadiyah tidak menghendaki koalisi antara PAN dengan Gerindra. Untuk lebih lengkapnya, mari kita lihat berita yang kami sadur dari Tempo.co ini:

Muhamadiyah Tak Dukung Koalisi Gerindra-PAN

Oleh: Prio Hari Kristanto

TEMPO.COJakarta - Ketua Pengurus Pusat Muhamadiyah Din Syamsuddin mengatakan, Muhamadiyah tidak mendukung secara khusus pasangan capres-cawapres dari koalisi Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Amanat Nasional. 

"Pasangan yang ada tentu bukan calon dari Muhamadiyah, karena Muhamadiyah tidak terlibat politik kekuasaan" kata Din Syamsudin saat konferensi pers terkait pernyataan Muhamadiyah terhadap pemilihan umum dan presiden 2014 di Kantor PP Muhamadiyah, Menteng, Kamis 15 Mei 2014.

Selama ini, Muhamadiyah diidentikan dengan Partai Amanat Nasional yang sekarang dipimpin Hatta Rajasa, yang digadang-gadang menjadi cawapres dari Prabowo Subianto. Menurut Din Syamsudin, Muhamadiyah adalah organisasi masyarakat yang dekat dengan semua golongan. "Muhamadiyah bukan PAN, PAN bukan Muhamadiyah.." katanya.

Menurut Din, Muhamadiyah tidak memiliki hubungan organisatoris atau afiliasi dengan parpol manapun. Din mengimbau agar umat Muhamadiyah tidak terlibat politik kotor.

Peta koalisi menjelang pemilihan presiden 2014 semakin terlihat jelas. Partai Gerindra menyatakan membangun koalisi dengan PAN, PKS, dan PPP. Partai berbasis Islam ini ada kecenderungan mendukung duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam pemiliham presiden Juli mendatang.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Tim Sukses PRabowo-Hatta Disinyalir Bertabur Bintang


Sebagai pasangan yang akan bertarung secara head to head dengan pasangan Jokowi - JK, kesiapan Prabowo bisa dibilang sangat maksimal. Selain sibuk bersafari politik, Prabowo juga berhasil mendapatkan banyak pendukung yang jelas-jelas menyuarakan harapannya bagi Prabowo. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, orang-orang itu pun disinyalir menjadi tim sukses dari Prabowo dan Hatta Rajasa sendiri. Untuk lebih lengkapnya, silahkan simak ucapan Hatta yang dirilis oleh Kompas.com ini:

Hary Tanoe Jadi Timses Prabowo-Hatta

Oleh: Kantor Berita Antara

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan bakal calon wakil presiden Hary Tanoesoedibjo disebut menjadi salah satu anggota tim sukses bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pemilu Presiden 9 Juli 2014. Hal itu disampaikan oleh Hatta.
"Ada Mahfud MD, Rhoma Irama, Hary Tanoesoedibjo dan masih banyak yang lainnya, saya tidak bisa menyebutkan satu per satu," ujar Hatta seusai melakukan rapat tertutup terkait tim sukses di Rumah Polonia, Jakarta, Rabu (22/5/2014), seperti dikutip Antara.
Menurut dia, tim sukses pasangan Prabowo-Hatta terdiri dari berbagai unsur yang berasal dari kader partai pengusung, ataupun dari luar itu. Mereka akan menghadapi pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang didukung empat parpol, yakni PDI Perjuangan, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Hanura.
"Untuk ketua tim sukses, yaitu Mahfud MD, sedangkan yang menjadi ketua harian adalah Zulkifli Hasan, yang akan dibantu oleh George Toisutta," ucap Hatta.
Ia mengatakan, semua yang dilaporkan organisasi sudah mantap sehingga infrastruktur ataupun mesin partai akan mengerahkan seluruh kekuatan di pelosok-pelosok daerah.
"Khususnya para relawan yang bergabung dan siap untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta," ujar dia.
Hary Tanoe gagal maju pada Pilpres 2014 bersama Wiranto lantaran rendahnya perolehan suara Hanura dalam pileg kemarin. Ia lalu keluar dari Hanura. Padahal, di Hanura, Hary Tanoe menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu. Sebelum di Hanura, ia bergabung dengan Partai Nasdem.
Wiranto menyebut Hary Tanoe keluar dari Hanura lantaran ingin mendukung dua pasangan tersebut, sebagai seorang pengusaha. Sementara itu, Hanura memutuskan mendukung Jokowi-JK.

    Blogger news

    Blogroll

    Categories

    Tentang Kami

    Directory berita tentang pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2014