Tampilkan postingan dengan label PKB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Jokowi Melakukan Kontrak Politik?


Koalisi PDI-P yang tidak terlalu banyak dibandingkan Gerindra memang mengundang pertanyaan, kenapa hal itu bisa terjadi? Ada pendapat yang mengatakan bahwa hal itu terjadi lantaran PDI-P dan Jokowi tidak mau melakukan kontrak politik dan bagi-bagi jatah Menteri yang akan merugikan negara.

Jika hal itu benar, tentu niat mulia dari Jokowi dan PDI-P ini harus diapresiasi setinggi-tingginya. Namun, baru-baru ini ada pengamat politik yang meragukan kebenaran dari berita itu. Ada kemungkinan bahwa kubu Jokowi sebenarnya tetap melakukan kontrak politik dan menjanjikan bagi-bagi jatah menteri untuk para koalisi. Benarkah hal itu? Mari kita simak ulasannya dari berita yang kami sadur dari Republika.co.id:

Pengamat Beberkan Bukti Transaksi Politik di Kubu Jokowi-JK
Oleh: A. SYalaby Ichsan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara mengatakan, transaksi politik di poros Jokowi-JK menguat seiring pernyataan Muhaimin Iskandar yang menyebutkan bahwa Menteri Agama pasti dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
"Ya justru transaksi politik sepertinya kuat ada di poros Jokowi-JK. Pernyataan Muhaimin terkait Menteri Agama pasti akan diisi kader NU dari PKB adalah bukti kuat adanya bagi-bagi kursi di kubu Jokowi-JK," ujar Igor Dirgantara di Jakarta, Selasa (27/5).
Igor menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengatakan bahwa Menteri Agama pasti dari kalangan NU kalau pasangan Jokowi-JK menang dalam Pilpres 9 Juli mendatang."Statement yang menyatakan bahwa tidak adanya politik transaksi dalam koalisi jelas kebohongan publik," ujar dia.
Ia mengatakan politik adalah masalah siapa mendapatkan apa, kapan dan bagaimana. "Bisa saja didepan panggung politik, para politisi itu mengatakan koalisi yang dibangun adalah 'kerjasama tanpa syarat'. Tapi di belakang layar, ada 'power sharing' yang bekerja," ujar dia.
Karena politik adalah sarana merebut kekuasaan untuk menduduki jabatan politik. Namun, "ingkar janji" tampaknya sudah jadi model poros Jokowi-JK, yang didukung Muhaimin Iskandar.
Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) optimis bahwa jabatan Menteri Agama akan diisi oleh kalangan NU apabila pasangan Jokowi-JK menang."Saya menjamin Menteri Agama dari kalangan NU kalau Jokowi-JK menang," kata Cak Imin.

Senin, 02 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Pengaruh Besar Mahfud MD untuk Pemilu 2014


Mahfud MD sebagai salah satu figur yang digadang-gadang sangat pantas menjadi Presiden Indonesia, telah memastikan pilihannya. Ya, secara resmi Mahfud telah mengatakan dia mendukung Prabowo sepenuh hati. Hal itu menunjukan bahwa Mahfud tidak mengikuti sikap resmi PKB (partai yang mengusungnya) yang mendukung dan menjadi koalisi dari PDI-P.

Tentu saja, ada banyak pro dan kontra yang mewarnainya. Tapi lupakan dulu tentang kisah itu. Sekarang mari kita melangkah maju dan melihat dampak besar yang akan diberikan Mahfud MD terhadap persaingan menuju RI 1 pada periode ini. Mahfud yang notabene merupakan salah satu figur yang banyak penggemar, tentu memberikan dampak besar bagi peta persaingan capres. Seperti apakah efeknya? Mari kita simak berita yang kami sadur dari okezone.com ini:

Berkat Mahfud MD, Elektabilitas Prabowo-Hatta Menanjak

Oleh: Misbahol Munir

JAKARTA - Bergabungnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD ke pasangan Prabowo-Hatta benar-benar mendongkrak suara secara signifikan. Di Jawa Timur, terutama kawasan Tapal Kuda, kawasan Arek, kawasan Madura, dan kawasan Mataraman muncul gerakan-gerakan masif di bawah dengan semboyan 'Mendukung Prabowo-Hata Bersama Mahfud MD', gerakan yang sama juga terjadi di 12 Provinsi se Indonesia.  
 
Pergerakan angka survei pun memperlihatkan angka yang signifikan. Pada akhir April 2012, selisih ketertinggalan elektabilitas Prabowo masih sekira 17 % untuk keunggulan Jokowi. Selanjutnya, pada 9 Mei 2014 berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Saiful Mujani, selesihnya sudah menjadi 8 % yakni 35% untuk Jokowi dan 27% untuk Prabowo.
 
Tapi pada saat ini, berdasarkan hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), setelah Mahfud MD bergabung dengan Prabowo-Hatta pada tanggal 24 Mei 2014, selisih ketertinggalan Prabowo sudah sangat tipis menjadi 3%, yakni Jokowi-JK 43% sedangkan Prabowo-Hatta 40%.
 
Ketika ditanyakan perkembangan survei yang signifikan tersebut, Mahfud mengaku bahwa hal itu hasil kerja keras Tim Prabowo-Hatta.
 
"Kita usahakan sebelum berakhirnya masa kampanye, elektabilitas kita sudah melampaui Pak Jokowi secara signifikan, Insya Allah", jelas Mahfud yang tengah bergerilya ke Malang dan Surabaya dalam rangka pemenangan pasangan Prabowo-Hatta.

Rabu, 28 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Jokowi Tentang Jatah Menteri untuk NU


Di awal pembentukan koalisi, kita sering mendengar pendirian Jokowi soal ketidak-mau-annya untuk membagi-bagikan jatah menteri seperti yang dilakukan oleh SBY dahulu. Jokowi memang dikabarkan tidak suka dengan sistem seperti itu dan memilih untuk menunjuk menteri secara profesional jika terpilih sebagai presiden nantinya.

Namun, pada perjalanannya, terdengar kabar bahwa Jokowi menjanjikan jatah menteri agama untuk NU. Tentu saja kabar ini bertentangan dengan kabar yang pertama, di mana Jokowi dengan tegas menyatakan tidak ingin membagi-bagi jatah menteri.

Lantas, bagaimana kebenarannya? Mari kita simak berita yang dilansir oleh vivanews.co.id ini:

Jatah Menteri Agama Untuk NU, Ini Tanggapan Jokowi

Oleh: Dedy Priatmojo

VIVAnews - Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo, mengaku belum berbicara masalah kabinet dan menteri apabila Jokowi - JK terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.

"Kami ini tidak berbicara masalah menteri. Saya sudah katakan tidak pernah bicara masalah menteri," kata Jokowi di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Maret 2014.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan, bila pasangan Jokowi-JK memenangi pemilu, dia menjamin bahwa yang bakal menjabat menteri agama adalah kader Nahdlatul Ulama.

Jokowi mengaku, saat ini dia dan Jusuf Kalla belum membahas komposisi menterinya kelak. Dia masih fokus untuk menghadapi Pilpres dan kampanye di beberapa daerah.

Menurutnya, komposisi menteri baru akan dibicarakan jika nanti terpilih. Apakah nantinya akan diambil dari profesional atau dari partai politik.

"Sudah saya sampaikan kerjasama ini tanpa syarat, kami sampai saat ini belum bicara masalah menteri," ujar Jokowi.

Dalam sebuah acara di Jawa Timur, Minggu 25 Mei 2014 lalu, Muhaimin Iskandar mengatakan, bila pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangi pemilu presiden pada 9 Juli nanti, dia mengatakan yang bakal menjabat menteri agama adalah kader Nahdlatul Ulama.

"Kalau Jokowi-JK menang, menteri agama pasti dari NU. Saya jamin," ujar Muhaimin.

Menurut Muhaimin, pernyataan itu untuk menepis desas-desus yang beredar bila Jokowi-JK menang, menteri agama akan dijabat oleh seorang tokoh yang memiliki latar belakang Syiah. Padahal sejak era reformasi hingga saat ini, menteri agama selalu berasal dari NU.

Jusuf Kalla yang turut hadir dalam kegiatan di Surabaya bersama Muhaimin itu juga menjamin, bila dirinya dan Jokowi unggul, kader NU-lah yang akan dipilih sebagai menteri agama. "Iya, itu sudah jaminan," kata Jusuf Kalla

Sebelumnya juga sempat beredar isu, jika Jokowi menang, jabatan menteri agama akan diberikan kepada tokoh Syiah, Jalaludin Rahmat, yang pada pemilu legislatif lalu mendukung PDI Perjuangan. (umi)

Senin, 26 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Jokowi dan Janji Menteri untuk NU, Benarkah?


Jokowi memang dikabarkan tidak tertarik untuk melakukan transaksi politik yang menjanjikan jabatan kepada rekan koalisinya. Jokowi dalam beberapa kesempatan bahkan dikabarkan menolak untuk berkoalisi dengan partai yang meminta jatah menteri setelah menang nantinya.

Namun, muncul kabar baru bahwa ada kemungkinan Jokowi menjanjikan NU untuk mendapatkan posisi Menteri Agama apabila terpilih nantinya. Apakah itu benar? Belum tentu. Namun, kita dapat melihat sendiri berita yang dilansir oleh Republika.co.id ini. Langsung saja kita baca bersama:

Jokowi-JK Janjikan Posisi Menteri Agama untuk NU?
Oleh: Taufik Rahman
Sumber: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan optimismenya bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) bakal menjadi menteri agama jika Joko Widodo-Jusuf Kalla menang dalam Pilpres 2014.

"Saya menjamin menteri agama dari kalangan NU kalau Jokowi-JK menang," kata Cak Imin dihadapan ratusan warga NU yang hadir dalam acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jatim, di The Empire Palace, Surabaya, Minggu.

Pernyataan Cak Imin itu sekaligus untuk menepis beredarnya isu fitnah yang menyebutkan Joko Widodo akan menunjuk warga Syiah menjadi menteri agama jika terpilih dalam Pilpres 2014 mendatang.

"Ada isu yang bilang jika Jokowi menang maka menteri agamanya dari Syiah. Itu tidak benar," kata Cak Imin.

Namun ketika dikonfirmasi apakah calon menteri agama dari NU itu adalah dirinya, Cak Imin hanya tertawa saja.

Sementara itu, bakal calon wakil presiden Jusuf Kalla yang hadir di acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jawa Timur itu mengamini pernyataan Cak Imin.

JK optimis bahwa menteri agama akan berasal dari kalangan NU apabila dirinya dan Jokowi menang dalam Pilpres 2014.

"Itu sudah bisa dipastikan," kata JK seraya tertawa.

Pada hari Minggu, JK menyambangi basis massa NU di Surabaya, Jawa Timur. JK menemui para alim ulama di acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jatim, kemudian berziarah ke makam Sunan Ampel, mengunjungi Pondok Pesantren Bumi Sholawat pimpinan KH Agus Ali Mashuri serta melakukan kunjungan ke salah satu media cetak Surabaya.

Selasa, 07 Januari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

PKB Terpaksa Calonkan Rhoma?


Semakin lama, kisah tentang pencalonan raja dangdut semakin banyak terdengar. Meskipun, lebih banyak sentimen negatif yang menyertainya. Nama Rhoma yang sudah populer, bahkan sebelum reformasi, membuat gosip tentang dirinya yang akan menjadi capres adalah sebuah berita yang dianggap menarik. Kenyataannya, memang banyakk tokoh yang tak ragu berkomentar tentang Rhoma dan saga capresnya. Sebut saja nama-nama populer di dunia politik seperti Jusuf Kalla, Jokowi, bahkan sampai Mahfudz MD. Terakhir, anak dari Gus Dur, Yenny Wahid pun angkat bicara. Sebagai seorang tokoh yang sudah tumbuh di lingkungan PKB, Yenny memiliki pandangannya sendiri terkait sikap PKB terhadap Rhoma. Dia merasa PKB terpaksa ikut mencalonkan Rhoma dalam pemilihan presiden 2014 ini. Bagaimana berita lengkapnya? Langsung saja baca berita yang kami lansir dari Gatra news ini.

Yenny: PKB Terpaksa Calonkan Rhoma Irama

Oleh: Zak

Jakarta, GATRAnews - Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menilai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terpaksa menjagokan Rhoma Irama di pilpres 2014. Langkah itu dikarenakan minimnya tokoh kuat pasca ditinggalkan oleh pendirinya.

"Ya karena sudah tidak tokoh lagi, PKB kan minim figure pasca didepak dan ditinggalkan pendirinya, Gus Dur," ujarnya kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/12).

Mantan staf khusus presiden SBY ini mengatakan, kelebihan Rhoma Irama hanya dikenal luas masyarakat. Tetapi, selebihnya tujuannya 'nyapres' di 2014 hanya ambisi pribadi belaka bukan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Perangai Rhoma pun menjadi perhatian dari keluarga besar Abdurrahman Wahid dan pengikutnya. Dicalonkan dari partai yang didirikan Gus Dur, justru sikap raja dangdut tersebut 180 derajat dari ayahnya tersebut. "Rhoma Irama berbeda dengan Gus Dur, dia rasis sekali. Tapi kita enggak kaget dengan ulah Rhoma, tidak hanya ambisi semata lah harusnya mengabdi kepada masyarakat," lanjutnya.

Istri dari Politisi Gerindra, Dhohir Farizi ini juga bersikap apatis atas pinangan Rhoma Irama kepada Joko Widodo (Jokowi) sebagai pendampingnya. Jika diterima pinangan tersebut, justru akan menjatuhkan kepercayaan masyarakat kepada Gubernur DKI itu.

"Kasihan Pak Jokowi-nya. Beliau sudah memiliki tabungan kepercayaan dari masyarakat yang sangat besar dan tidak semua calon dapat itu," tukas Yenny.

Kamis, 02 Januari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Terkait Gus Dur, PKB Munafik?


Perselisihan antara kubu Gus Dur dengan Muhaimin yang dulu terjadi, ternyata tidak berhenti begitu saja. Sampai sekarang, keluarga Gus Dur masih belum melupakan segala 'dosa' Muhaimin di masa lalu. Termasuk saat ini, ketika PKB tengah mengalami masa krisis menjelang pemilu 2014 dan terancam tidak bisa terlibat banyak di pemilihan presiden 2014. Mungkin karena kurang percaya diri, PKB lantas melakukan langkah yang bisa saja menjadi blunder. Apakah langkah itu? Langsung saja kita simak berita yang dilansir oleh Gatranews ini.

Jual Nama Gus Dur, Caleg PKB disebut Munafik

Oleh: Zak

Jakarta, GATRAnews - Putri sulung mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Zanuba Chafsoh alias Yenny Wahid menuding sebagian calon legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) munafik. Mereka memanfaatkan nama besar ayahnya untuk mendulang suara, padahal Gus Dur 'dibuang' dari partai Islam tersebut.

"Bukan kecewa lagi, ini sudah kemunafikan. Foto Gus Dur dipasang di mana-mana, padahal mereka lengserkan, mereka berhentikan (Gus Dur)," ujar Yenny usai menjadi pembicara dalam sebuah seminar di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/12).

Keluarga besar Abdurrahman Wahid, menurut Yenny, caleg PKB hanya menjual foto dan nama besar Gus Dur semata. Tetapi pemikiran dan gagasan justru dilupakan dan tidak diterapkan oleh politisi - politisi tersebut.

Partai yang saat ini dikomandoi Muhaimin Iskandar ini kehilangan figure sentral dan pemersatu sekelas Gus Dur. Sehingga di pemilu 2004 lalu, suara PKB merosot drastis hingga 70% dan terulang kembali di 2009.

"Saya tidak tahu berapa pemilu 2014 PKB meraih suara. Yang jelas, mereka hanya menjual nama Gus Dur karena para caleg tahu konstituen PKB di akar rumput yang mencintai Gus Dur," tukas ibunda Malica Aurora Madhura ini.

Minggu, 22 Desember 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

PDIP Kembali Teratas dalam Survey


Status PDIP yang menjelang pemilu ini jarang terkena kasus korupsi, membuat elektabilitasnya semakin naik. Kini, menurut survey, bahkan PDIP sudah berada di urutan pertama, unggul dari Golkar, dan semakin jauh meninggalkan Demokrat. Hal ini tentu membuat Partai Banteng kian pede menatap pemilu dan mengajukan calonnya untuk bertarung di pemilihan presiden 2014 nanti. Bagaimana dengan hasil lainnya? Langsung saja simak berita yang kami sadur dari Merdeka.com ini.

Survei: PDIP teratas, Demokrat turun drastis

Oleh: Muhammad Soleh

Merdeka.com - PDIP menempati posisi teratas dalam hasil survei yang dilakukan Pol-Tracking Institute jika pemilu digelar hari ini. Sementara, posisi kedua ditempati oleh Partai Golkar.

"Berdasarkan survei ini, PDIP sebesar 18,5 persen dan Golkar 16,9 persen mempunyai tingkat elektabilitas cenderung stabil dua digit," ujar Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda di Kuningan,Jakarta Selatan, Kamis (19/12).

Sementara itu, Partai Demokrat dan PKS menurun drastis jika dibandingkan dengan perolehan suara pada Pemilu 2009.

"Partai Demokrat menurun drastis dari 20,85 persen pada pemilu 2009 menjadi 8,8 persen, dan PKS dari 7,88 persen di Pemilu 2009 menjadi 2,9 persen," paparnya.

Sedangkan Partai Gerindra menduduki posisi keempat dengan 6,6 persen. Disusul PKB dengan 4,6 persen.

Untuk Partai Hanura sebesar 3,5 persen, NasDem 2,1 persen, PAN 2 persen, PBB 0,7 persen, dan PKPI sebesar 0,1 persen. Survei dilakukan pada 13 September 2013 hingga 11 Oktober 2013. Survei dilakukan secara serempak di 33 provinsi di seluruhIndonesia dengan sampel sebanyak 2010 responden.

Penarikan sampel survei menggunakan metode multi-stage random sampling dengan margin of error sebesar 2,19 persen. Sedangkan pengambilan data melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner.

Jumat, 20 Desember 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Calon Presiden dari PKB


Meskipun Pemilihan Legislatif (Pileg) belum dilakukan, namun sudah banyak Partai mencoba mempromosikan dirinya dengan mencari-cari Capres. Padahal, belum tentu Partai itu nantinya dapat mengusung sendiri calonnya. Hal itu juga dilakukan oleh PKB. Meskipun survey menunjukan elektabilitas partai ini kecil, -apalagi semenjak pertentangan antara kubu Muhaimin dengan kubu Gus Dur- tetap saja hal itu tidak menghalangi keinginan PKB untuk mengumumkan Capresnya. Dan inilah, 3 calon presiden yang akan diusung oleh PKB pada pemilu 2014 nanti. Berita kami lansir dari Republika On Line.


Ini Tiga Bakal Capres PKB

Oleh: Irfan Fitrat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahfud MD mengatakan, sudah ada tiga bakal capres yang bertarung menjadi capres yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pilpres 2014 mendatang.

"Saya sudah masuk, Rhoma (Irama) sudah, Jusuf Kalla juga sudah masuk," kata Mahfud, selepas menjadi pembicara dalam acara Rapimnas DPRD Seluruh Indonesia, di Jakarta, Kamis (19/12).

Ia mengatakan, bakal capres final berarti sudah masuk dalam agenda PKB, dan semua sudah ada yang membawa secara institusional.

Mantan ketua MK itu mengatakan, semua capres yang diusung PKB sudah menyiapkan diri. Ia mengatakan, semua harus terlebih dulu bekerja untuk membesarkan partai. Setelah itu, tinggal menunggu keputusan DPP PKB untuk menentukan capres akhir.
"Semua menunggu Pileg (Pemilu Legislatif)," tutur pria asal Madura ini

    Blogger news

    Blogroll

    Categories

    Tentang Kami

    Directory berita tentang pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2014