Tampilkan postingan dengan label SBY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SBY. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Inilah Instruksi SBY untuk Pilpres


Tahun ini akan menjadi tahun terakhir Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menjabat sebagai presiden RI. Pada Oktober nanti, kemungkinan besar kita akan segera mendapati penggantinya. Dan seperti yang kita semua tahu, kemungkinan besar presidennya antara dua orang ini: Jokowi atau Prabowo.

Mari sejenak melupakan dahulu soal siapa yang akan menang. Sekarang, mari kita sejenak menyimak apa saja instruksi yang diberikan oleh Presiden Indonesia yang sekarang untuk semua pihak, dan terutama untuk para calon presiden. Apakah instruksi itu? Mari kita baca berita yang dilansir oleh Republika.co.id ini:

Ada 13 Instruksi SBY untuk Pilpres

Oleh: Esthi Maharani

REPUBLIKA.CO.ID, SENTUL -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan 13 instruksi, arahan, dan ajuran kepada jajaran pemerintah, aparat penegak hukum, penyelenggara pemilu, pers, dan masyarakat luas terkait dengan pilpres mendatang. 

Ia meminta agar kesuksesan Indonesia menyelenggarakan pemilu kembali diulangi dalam pilpres mendatang. Menurutnya, pemilu pada 2004 dan 2009 bahkan pileg 2014 telah membuat Indonesia diapresiasi dunia. Karena itu, ia berharap Indonesia bisa membuat sejarah baru dengan memastikan pilpres 2014 berlangsung secara damai, baik, dan demokratis. 

"Saya mengajak semua pihak untuk menyukseskan pilpres ini. Partisipasi dan kontribusi dari masyarakat luas amat diperlukan," katanya saat membuka rapat koordinasi nasional (rakornas) pemantapan pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2014 di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (3/6). 

Presiden pun memberikan 13 instruksi, arahan, dan ajakannya. 

1. Mari sukseskan pilpres ini. Indonesia bisa menyelenggarakan dua pemilu dengan sukses. Dunia telah mengakui dan apresiasi tinggi atas pelaksanaan pemilu yang damai, adil, dan demokratis. 

2. Ambil pengalaman dan pelajaran dari pemilu 2004 dan 2009 dan pileg 2014 lalu. Yang sudah baik dijaga dan dipertahankan, yang belum mari diperbaiki dan disempurnakan. 

"Kasus penyimpangan dan pelanggaran di pemilu lalu, pileg atau sebelumnya, mari niatkan dan usahakan untuk tidak terjadi lagi," katanya. 

3. Pedomani dan laksankaan semua aturan pemilu. Mulai dari UUD 1945, UU pemilu, uu lain yang terkait serta aturan yang dikeluarkan penyelenggara pemilu. 

4. Mari pahami wewenang, tugas, dan tanggung jawab masing-asing. Tetap laksanakan siapa bertugas apa. 

5. Mari cegah tindakan dan bentuk penyimpangan termasuk intimidasi dari siapapun. Para pengawas dan penegak hukum harus aktif untuk mencegah penyimpangan dan pelanggaran itu. Sanksi harus adil. 

6. Cegah terjadinya kekerasan antar masa kontestan pemilu. 

"Saya mengajak untuk menjaga kedamaian dan ketertiban kampanye pilpres. Mari kita cegah pula tindakan dan pernyataan yang provokatif dan agitatif. Banyak cara untuk berkampanye tanpa timbulkan ekses yang tidak perlu," katanya. 

7. Mari jaga akuntabilitas dan transparansi penyelenggara pemilu, aparat pemerintah, dan penegak hukum. Cegah tindakan yang bisa menimbulkan kecurigaan dan tuduhan yang tidak perlu apalagi menimbulkan fitnah. 

"Kampanye negatif itu pasti terjadi di negara manapun. Masyarakat kita belum tentu tahu bahwa itu fitnah. Barangkali ada yang percaya seolah-olah itu fitnah karena tidak mendapatkan informasi yang tidak pernah ada kebenarannya," katanya. 

8. Kalau ada protes demokrasi, lakukan secara damai dan sesuai prosedur. Jangan main sendiri, melakukan kekerasan, aksi destruktif, anarkis, merusak, dan benturan fisik antar pendukung. 

9. Pers dan media diharapkan menyiarkan berita yang akurat dan konstruktif. 

"Ini mudah diucapkan tapi tidak mudah dilaksanakan. Pers sudah terbelah. Jangan sampai lebih banyak masyarakat jadi korban," katanya. 


10. Pemerintah, menteri, dan pejabat negara lainnya harus tetap mengutamakan tugas di pemerintahan. Cuti kampanye diperbolehkan tapi tugas negara tidak boleh terbengkalai. 

11. Jaga netralitas TNI/Polri. Era politik praktis TNI/Polri sudah usai. 

12. Jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus ikut membantu penyelenggara pemilu. Misalnya mendistribusikan logistik hingga ke daerah-daerah. 

13. Gunakan anggaran sebaik-baiknya. Pastikan tidak ada penyimpangan dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik. 

Selasa, 03 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Keluhan SBY Tentang Kondisi Pers Indonesia


Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah terkenal dengan keprihatinannya yang tinggi, kali ini kembali mengeluhkan sesuatu. Kali ini, yang menjadi sasaran adalah dunia Pers Indonesia yang dianggap pak Presiden sudah sagnat tendensius dan tidak sehat untuk Indonesia.

Yang dikatakan oleh SBY kemarin memang benar. Seperti kita tahu, dunia pers kita memang sangat tidak berimbang dan terkesan terbelah. Terutama dalam menyikapi pemilu 2014 yang memang melibatkan banyak pemilik media ini. Sesuatu yang sangat tidak baik untuk Indonesia.

Untuk mendengar keluhan yang lebih lengkap lagi, mari kita simak berita yang kami sadur dari Kompas.com ini:

SBY: Pers Kita Terbelah, Lihat Metro TV dan TV One

Oleh: Sabrina Asril

BOGOR, KOMPAS.com -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritisi pemberitaan media massa saat ini terkait pemilu yang disebutnya tidak berimbang dan tendensius. Bahkan Presiden secara eksplisit menyebut dua stasiun televisi nasional, Metro TV dan TV One, sebagai contoh ketidakberimbangan itu.
"Tahun 2014 ini, pers kita sudah terbelah, divided. Coba simak. Paling mudah simak Metro TV dan TV One," ujar Presiden dalam acara Rakornas Persiapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Sentul, Bogor, Selasa (3/6/2014).
Presiden lalu menunjuk dua wartawan Metro TV dan TV One yang berdiri berhadapan dengannya. "Beliau pun tersenyum dan ketawa," seloroh SBY kepada dua wartawan itu.
Presiden berharap agar pers dan media massa bisa melakukan pemberitaan yang akurat dan konstruktif. Menurut dia, hal itu memang mudah untuk diucapkan, tetapi sangat sulit dilakukan para pemilik media.
"Saya harus gunakan kalimat terang. Sungguh pun agar pers di samping faktual, juga fair dan berimbang. Ini juga susah. Hakikatnya, saya ingatkan pada insan pers dan media massa, media massa milik publik dan untuk kepentingan publik, bukan hanya pemilik modal," kata Presiden.
Dalam pemilihan legislatif yang lalu, Presiden melihat terbelahnya media akibat kepentingan pemilik media sangat terlihat. Namun, Presiden mengaku tak akan berhenti mengkritik meski sudah tidak lagi menjadi presiden nantinya.
"Agar pers kita berimbang, adil, konstruktif, agar akurat serta tidak tendensius," ucap Ketua Umum Partai Demokrat itu.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Kemarahan SBY Terhadap Perwira

TNI dan Polri adalah pihak yang harus netral dalam setiap pemilihan umum. Tugas utama mereka adalah mengamankan jalannya pemilu agar terhindar dari sikap-sikap anarkis yang tidak diinginkan. Dalam masa kampanye, sangat tidak disarankan bagi mereka untuk mengambil pilihan salah satu. Karena itu berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Hal itu sangat dipahami SBY, yang merupakan Presiden dan mantan perwira tinggi TNI. Beliau sangat mengerti bahwa netralitas adalah harga mati bagi seorang prajurit di masa kampanye yang rawan akan kekerasan seperti sekarang ini. Mungkin itulah alasan yang mendasari kemarahannya baru-baru ini, karena mensinyalir adanya pihak yang mencoba merenggut kenetralan TNI itu. Siapakah pihak itu? Masih dirahasiakan. Tapi, ada berita yang dapat anda nikmati sambil menyeduh teh hangat di pagi ini dari kompas.com:

SBY Marah Ada Pihak yang Menarik Dukungan Jenderal Aktif

Oleh: Sabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan kemarahannya di hadapan 200 perwira tinggi TNI/Polri dalam pertemuan di Kementerian Pertahanan, Senin (2/6/2014). Presiden menyebut, ada jenderal aktif yang tidak netral menghadapi Pemilihan Presiden 2014. Presiden berkali-kali menggelengkan kepalanya.
"Dari informasi yang telah dikonfirmasikan, tentu bukan konfirmasi yang tidak ada nilainya, mengatakan, ada pihak-pihak yang menarik-narik sejumlah perwira tinggi untuk menarik yang didukungnya," ucap Presiden.
Informasi tersebut, ungkap Presiden, bukanlah fitnah belaka lantaran dirinya sudah meminta agar informasi itu benar-benar dicek kebenarannya. Dari informasi itu, Presiden juga menyindir adanya jenderal aktif yang tidak lagi loyal kepada Presiden sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Presiden pun sempat terdiam beberapa saat. Dia lalu melihat ke arah para perwira tinggi di depannya. SBY mengerakkan kepalanya dari kanan ke kiri, melihat mereka secara saksama.
"Bahkan ditambahkan, tidak perlu mendengar Presiden kalian. Kan itu Presiden 'kapal karam', lebih baik cari presiden baru yang bersinar. Dalam negeri yang kita cintai, kata-kata ajakan seperti itu hanyalah sebuah godaan," lanjut Presiden.
Presiden pun mengingatkan prinsip seorang perwira di dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit yang telah diikrarkan. Dari sumpah itu, lanjut Presiden, diajarkan nilai dan etika yang harus dipegang kuat seorang prajurit.
"Kalau dilihat jernih, itu benih subordinasi. Karenanya, berhati-hatilah! Jangan tergoda! Tidak baik bagi para perwira yang diajak seperti itu, tidak baik bagi lembaga TNI Polri, dan tidak baik bagi negara," ucapnya.
Tidak diketahui pasti siapa pihak-pihak yang dimaksud presiden. Namun, dalam pertemuan Partai Demokrat dengan Prabowo-Hatta di Hotel Sahid Jaya, Minggu (1/6/2014), Kastorius Sinaga sempat menyinggung hal yang sama dengan presiden.

Dia sempat bertanya kepada Prabowo soal adanya capres yang menarik dukungan dari jenderal aktif. Prabowo menjawabnya dengan memastikan bahwa dirinya tidak akan mencampurkan TNI dengan politik.

Senin, 02 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Prabowo Layak Gantikan SBY?


Prabowo sebagai capres nomor 1 di periode pemilu presiden tahun 2014 ini, dianggap beberapa pihak sangat layak untuk menggantikan SBY. Ada banyak alasan yang dikemukakan dan semuanya memang masuk akal. Hal itu tidak terlepas dari pengalamannya selama ini yang sudah cukup banyak di berbagai bidang.

Pertanyaannya adalah, benarkah Prabowo benar-benar mampu menjalankan tugasnya dalam meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari SBY? Tentu saja, tidak akan ada yang tahu jawabannya, sebelum benar-benar dibuktikan oleh waktu. Jawaban dari pertanyaan ini hanya dapat dibuktikan ketika Prabowo sudah benar-benar menjabat sebagai Presiden RI dan menjalankan tugasnya. Pertanyaan berikutnya, akankah dia menjadi Presiden Indonesia ke 7?

Sebelumnya, mari kita simak dulu alasan-alasan mengapa Prabowo sangat pantas meneruskan kepemimpinan SBY menurut okezone.com ini:

Ini Alasan Prabowo Layak Gantikan SBY

Oleh: Rohmat

DENPASAR - Calon Presisden Prabowo Subianto dinilai punya kelebihan sebagai seorang pemimpin cerdas dan semangat patriotisme yang tinggi sehingga layak menjadi presiden mendatang menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.  
 
Sebagai calon pemimpin bangsa, banyak kelebihan Prabowo dibanding yang lainnya, setidaknya dalam amatan teman seangkatannya di Akabri, Made Mangku Pastika yang kini GUbernur Bali.
 
Pastika mengaku tahu betul, bagaimana sosok Prabowo sejak mereka sama-sama belajar di Akabri yang lulus 1974.
 
"Saya tahu persis siapa dia, karena itu kenapa saya tentukan pilihan ke sini (Prabowo)," tegas Pastika yang didapuk sebagai Ketua Steering Committe Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Bali di Sekar Tunjung Center Denpasar, Minggu (1/6/2014).
 
Apa yang disampaikan tentang Prabowo, adalah apa adanya dan rasional dalam memilih pemimpin. Pemimpin haruslah memiliki kelebihan dibanding lainnya yang mampu mengarahkan orang, menuju tatanan organisasi atau menuju negara yang diharapkan.
 
Jadi, memilih pemimpin haruslah didasari rasa tulus dengan pikiran jernih, bukan pada pertimbangan emosi saja.
 
Memang, manusia tidak ada yang sempurna namun seorang pemimpin haruslah bukan manusia biasa, melainkan punya kelebihan di atas lainnya. Pemimpin adalah orang yang cerdas, berani dan berwibawa apalagi memimpin bangsa.
 
"Prabowo sosok yang memiliki kelebihan semua itu sehingga layak menjadi pemimpin ke depan," tegas mantan Kapolda Bali itu.
 
Kelebihannya, sebagai anak Menteri Perdagangan kala itu, Profesor Sumitro Djoyohadikusumo, lama sekolah di luar negeri, selepas SMA justru memilih masuk militer.
 
"Dia dengan penuh semangat masuk Akabri, seharusnya dia bisa sekolah di manapun di dunia namun karena ingin membela NKRI, dengan segenap jiwa ragannya sebagaimana telah dibuktikan dalam karir kemiliteran selama ini," imbuhnya.
 
Yang diingatnya lagi, jiwa patriotisme seorang Prabowo yang dibutuhkan Indonesia ke depan dalam membangkitkan kepercayaan diri di mata bangsa lainn.
 
Setiap kali jalan atau masuk kantor ketika melihat ada lagu Indonesia Raya dikumandangkan atau saat bendera Merah Putih dikibarkan, Prabowo seketika berhenti dan dengan sikap sempurna memberi penghormatan.
 
"Saya sampai bilang, kamu gila ya Wo, tidak ada orang bersikap seperti itu, Yang saya ingin katakan jiwa patriotismea cinta tanah airnya sangat tinggi, Sekarang ini bangsa kita dilecehkan orang asing, makanya perlu pemimpin yang seperti dia yang bisa membangkitkan harga diri dan kepercayaan sebagai bangsa yang berdaulat," demikian Pastika.

Senin, 06 Januari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Harapan Presiden SBY untuk GP Ansor


Menjelang pemilu 2014 yang sudah semakin dekat, Presiden semakin tegas menyampaikan harapannya untuk berbagai pihak. Sebagai bentuk pesta demokrasi terbesar di negeri ini, memang wajar rasanya jika Presiden mengharapkan berbagai pihak ikut berpartisipasi dalam pemilu ini, tak terkecuali GP Ansor. Meskipun mungkin tidak secara langsung berkiprah di pemilihan presiden 2014 nantinya, GP Ansor dianggap akan memiliki peranan penting dalam kegiatan pemilu mendatang. Simak beritanya yang dilansir oleh berita satu.

Presiden Minta GP Ansor Sukseskan Pemilu 2014

Oleh: Yud

Surabaya - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) turut berkontribusi dalam menyukseskan Pemilihan Umum 2014.

"Gerakan Pemuda Ansor khususnya, Nahdlatul Ulama umumnya, saya berharap menjadi pelopor sekaligus garda bagi suksesnya pemilu tahun ini ini," kata Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan dalam peringatan hari lahir ke-80 GP Ansor di Surabaya, Sabtu malam.

Presiden meminta agar GP Ansor berkontribusi agar pemilihan umum 2014 mendatang berlangsung secara aman dan damai, tertib dan lancar, serta jujur dan demokratis.

Presiden meyakini, bila pada 2004 dan 2009 bangsa Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilu yang aman, tertib, lancar, jujur dan demokratis, maka begitu pula pada Pemilu 2014.

"Insya Allah tahun ini, bangsa Indonesia juga akan mengukir sejarah untuk menyelenggarakan pemilu yang benar-benar aman, damai, tertib lancar adil dan demokratis," kata Presiden.

Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj dalam kesempatan tersebut juga mengharapkan GP Ansor dapat turut serta untuk menyukseskan Pemilu 2014.

Ia juga berharap, agar GP Ansor tetap netral dalam pemilu mendatang meskipun ketua umumnya saat ini politisi partai politik.

Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid dalam sambutannya mengatakan, pemilu merupakan elemen yang penting bagi sirkulasi elit. Untuk itu ia berharap partai-partai politik menawarkan kader-kader terbaik untuk memimpin masa depan bangsa Indonesia.

Ia menambahkan, jangan salahkan rakyat bila tidak mau ikut pemilu karena politisi yang ditawarkan partai politik tak bermutu dan dinilai buruk oleh rakyat.

Kamis, 02 Januari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bagaimana Cara Mengangkat Pamor Konvensi Demokrat?


Pada periode lalu, Demokrat benar-benar menunjukan hegemoninya untuk pemilu. Tidak kurang dari 20% suara didapatkannya, membuatnya menjadi partai yang menduduki kursi terbanyak di Senayan. Tidak hanya itu, capres yang diusungnya, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara sensasional mampu memenangi pemilihan presiden 2009 dalam satu suara. Terhitung, tidak kurang dari 60% suara didapatkannya. Tak bisa dipungkiri, Demokrat adalah pemenang tunggal dalam pemilu 2009 kemarin.

Namun, seiring berjalannya waktu, elektabilitas Demokrat terus menukik tajam menjelang 2014 ini. Berbagai kasus korupsi, serta masalah internal partai yang membuat SBY merangkap jabatan di Demokrat, menjadi beberapa alasannya.

Salah satu bukit telah semakin turunnya nama partai Demokrat di mata masyarakat adalah pada konvensinya. Konvensi Demokrat, yang diharapkan akan menjadi konvensi yang heboh di masyarakat, ternyata tidak begitu terdengar gaungnya. Bahkan, banyak yang menganggap hasil akhir konvensi ini tidak akan terlalu mempengaruhi hasil pemilihan presiden 2014 nanti secara keseluruhan. Lalu, bagaimana cara yang bisa diambil untuk mengangkat konvensi? Kompas.com mengulasnya dalam sebuah berita yang menarik untuk disimak.

Agar Berdaya Jual Lagi, Perlu Penyisihan Konvensi Demokrat

Oleh: Sabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Konvensi calon Presiden Partai Demokrat dinilai masih belum menemukan nilai jualnya di mata publik, meski pada bulan Januari 2014 ini akan ada debat antar 11 peserta konvensi. Anggota komite konvensi, Effendi Ghazali, mengusulkan perlunya penyisihan peserta konvensi dilakukan secara berkala.

"Sebaiknya nanti ada penyisihan kalau melihat pengalaman beberapa bulan ini yang tidak menarik. Dari 11 peserta konvensi ini misalnya, dilakukan penyisihan setiap kali hasil survei dikeluarkan," ujar Effendi saat dihubungi Kamis (2/1/2014).

Survei konvensi akan dilakukan sebanyak tiga kali. Setiap hasil survei keluar, kata Effendi, penyisihan harus dilakukan.

"Misalkan dari yang 11 orang, menjadi 8 orang, kemudian 4 orang, dan akhirnya menjadi satu orang," tutur Effendi.

Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia ini menyatakan penyisihan yang selalu terjadi ini akan membuat setiap kandidat merasakan semangat kompetisi. Selain itu, Effendi meyakini sajian konvensi akan semakin menarik berkat adanya kontestasi.

"Walaupun Demokrat sudah menyatakan tak akan ada penyisihan, tapi saya akan usulkan dalam rapat komite besok," ucap Effendi.

Untuk mendukung usulan penyisihan ini, Effendi pun meminta agar hasil survei selalu dibuka kepada publik.

Seperti diberitakan, pelaksanaan konvensi capres Partai Demokrat mendapat kritik karena dianggap tidak populer. Berdasarkan survei yang dilakukan Founding Fathers House (FFH) pada 9 Oktober-9 November 2013, sebanyak 76 persen responden mengaku tidak tahu bahwa Partai Demokrat sedang melakukan konvensi. 

Hal senada juga terungkap dalam survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) awal Desember 2013 lalu. Sebanyak 83,1 persen responden mengaku tidak mengetahui ajang penjaringan calon presiden partai SBY itu. Hanya16,9 persen masyarakat yang tahu konvensi capres Partai Demokrat. Peneliti CSIS, Tobias Basuki mengatakan survei ini menunjukan terjadinya kegagalan dalam pelaksanaan konvensi. Padahal, konvensi Demokrat ini sejatinya dilakukan untuk mengembalikan citra partai yang telah tersandung dalam banyak kasus korupsi.

Sabtu, 28 Desember 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Demokrat Merasa Dikhianati Koalisi


Pada masa pembentukan setgab koalisi di tahun 2010 lalu, banyak pihak yang merasa Demokrat akan menjadi pemegang kekuasaan tunggal tanpa saingan di parlemen. Namun, dalam perjalanannya, ternyata koalisi tidak selalu berpihak pada Partai Demokrat. Dalam berbagai kesempatan, Demokrat justru menjadi fraksi minoritas dalam pengambilan keputusan. Termasuk, yang paling baru adalah pada perpanjangan masa kerja timwas Century. Akhirnya, melalui media oke zone, Demokrat mengungkapkan perasaannya yang merasa dikhianati oleh koalisi. Sebesar apa pengaruh peristiwa ini untuk pemilihan presiden 2014 besok? Kita tunggu saja.

Demokrat: Koalisi Khianati SBY

Oleh: Tegar Arief Fadly

JAKARTA - Fraksi Partai Demokrat menuding adanya penghianatan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dilakukan oleh partai politik anggota Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi.

Hal itu dapat dilihat dari adanya perbedaan dari anggota koalisi terhadap perpanjangan masa kerja Timwas Century dan Perppu MK dalam sidang paripurna DPR beberapa waktu lalu.

"Saat ini Pak SBY sering dikhianati. Kami ingin koalisi yang tulus, beretika, dan konstruktif," kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR, Teuku Riefky Harsya di Senayan, Jakarta, Kamis (26/12/2013).

Peristiwa ini, kata Riefky, akan dijadikan pelajaran oleh partainya agar ke depan bisa menciptakan koalisi yang satu suara, tanpa ada perselisihan terutama dalam parlemen.

"Ini pengalaman besar, catatan yang bagus untuk kami, dan semua partai," tegas anggota Komisi VII DPR itu.

Dalam voting yang dilakukan saat Paripurna itu, tercatat 157 orang yang berasal dari Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PPP menolak memperpanjang masa kerja Timwas.

Sedangkan fraksi lainnya, yakni Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi PKB, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi Hanura yang total berjumlah 248 sepakat memperpanjang masa kerja Timwas.

Di antara 560 anggota dewan, tercatat hanya 405 legislator yang mengikuti voting terkait Timwas Century ini. Dengan demikian, DPR sepakat untuk memperpanjang masa Timwas, dan keputusan ini langsung disahkan.

Sementara untuk Perppu MK, Fraksi PKS dan beberapa anggota Fraksi PPP menolak diusulkannya Perppu penyelamat MK itu.

Rabu, 25 Desember 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Hasil Pertemuan SBY dan Prabowo


Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentu banyak menarik minat publik. Meskipun jalannya pertemuan tidak akan pernah diketahui oleh publik, namun Prabowo memberikan beberapa poin tentang apa yang dibicarakan pada pertemuan itu. Banyak yang mengira bahwa ini merupakan konsolidasi politik menjelang pemilu dan tentunya pemilihan presiden 2014 mendatang. Tapi apakah benar demikian? Entahlah. Yang jelas, silahkan baca berita tentang keterangan dari Prabowo di berita yang kami sadur dari vivanews ini.

Prabowo: SBY Ingin Turun Panggung dengan Citra Baik

Oleh: Dwifantya Aquina, R. Jihad Akbar

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto di kantor presiden, Selasa 24 Desember 2013.

Usai pertemuan tersebut Prabowo mengatakan, SBY bercerita kepadanya bahwa dia ingin turun dari kursi presiden dengan citra yang baik. 

"Saya merasa besar hati karena saya melihat dan mendengar komitmen beliau, terhadap demokrasi, beliau katakan istilahnya ingin turun panggung dengan baik," ungkapnya.

Menurut Prabowo, hal tersebut akan dibuktikan SBY melalui komitmennya untuk melakukan serah terima jabatan, dengan siapa pun presidennya nanti, dalam suasana kerukunan.

"Jadi suasana tadi sangat produktif dan berguna bagi kepentingan semuanya," ujarnya.

Saat disinggung soal isu perkembangan politik terkini, Prabowo mengatakan, Presiden SBY mengimbau, pertarungan capres di panggung politik 2014 nanti harus dilakukan dengan suasana demokratis, adil dan tidak ada penyelewengan.

"Semua capres bersaing dengan baik dengan kekeluargaan. Dan beliau mengatakan nanti yang menentukan rakyat dan Tuhan Yang Maha Besar," katanya.

Selasa, 24 Desember 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Gerindra Berkoalisi dengan Demokrat?


Dengan angin politik yang berhembus tanpa tentu arah seperti sekarang, sulit sekali bagi masyarakat untuk memprediksi langkah apa yang akan diambil oleh para peserta pemilu nanti. Termasuk sebuah wacana yang terkesan 'mustahil' untuk jadi nyata: Gerindra berkoalisi dengan Demokrat. Sesuatu yang kami bilan mustahil, mengingat Gerindra adalah partai yang selama ini cukup konsisten menjadi oposisi dari Demokrat selama masa pemerintahan 2009-2013. Namun, itulah politik, kita tidak pernah bisa menebak dengan pasti apa yang akan terjadi. Kemungkinan ini masih abu-abu, namun berita dari Merdeka ini mungkin akan memberikan sedikit titik terang bagi kita. Apapun terjadi, masih banyak kejutan yang menanti kita di pemilihan presiden 2014 nanti.

Gerindra: Prabowo diminta SBY datang ke Istana

Oleh: Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo Subianto tentu menjadi sorotan publik. Apalagi, pertemuan ini dilakukan jelang Pemilu 2014.

Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengaku tak tahu apa yang menjadi pembahasan pertemuan singkat SBY dan Prabowo itu. Namun ia mengatakan, pertemuan itu diinisiasi oleh SBY.

"Jadi sebenarnya saya lagi di Yogja, cuma belum tahu perkembangannya. Kemarin saya ketemu beliau (Prabowo) memang dia bilang diminta ketemu presiden," ujar Suhardi saat dihubungi, Selasa (24/12).

Suhardi membantah jika pertemuan ini dilakukan untuk membahas koalisi antara Demokrat dan Gerindra. Apalagi soal kabar Prabowo bakal diduetkan dengan pemenang konvensi, menurut dia, hal itu masih jauh.

"Oh belum ada pembicaraan soal itu. Akan sangat tergantung hasil pileg (capres cawapres). Sekarang masih belum," tegas dia.

Dia menambahkan, pertemuan SBY dan Prabowo adalah hal wajar. Sebab, keduanya adalah teman lama.

"Biasa, kan teman, atau bagaimana. Memang sahabat dekat, memang dalam beberapa pertemuan kan akrab, pada siapapun Pak Prabowo juga kan akrab dan termasuk Pak SBY akrab," pungkasnya.

Minggu, 22 Desember 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Foto Selfie SBY dan PM Malaysia


Foto selfie yang sedang ngetren di kalangan remaja, ternyata juga mulai merambah ke para pejabat negara. Selfie adalah kegiatan mengambil foto yang dilakukan oleh orang terhadap dirinya sendiri dengan cara membawa kamera secara terbalik untuk diarahkan ke wajahnya sendiri. Bahkan, sekarang sudah muncul produk baru yang akan membantu orang dalam melakukan selfie. Produk baru itu bernama tongsis, atau tongkat narsis. Gunanya adalah untuk semakin memperlebar jarak antara kamera dengan wajah kita, sehinga foto selfie bisa semakin bagus.

Baru-baru ini, publik Indonesia dan Malaysia digemparkan oleh adanya foto selfie yang dilakukan oleh pejabat kedua negara, lebih tepatnya pemimpin, yaitu Presiden Indonesia dan PM Malaysia. Hmm, mungkin karena sudah pasti tidak akan ikut pemilihan presiden 2014, makanya SBY berani melakukan foto selfie ya? Entahlah. Yang jelas, silahkan baca berita lengkapnya yang kami sadur dari Detiknews ini.

Aiih...! Foto 'Selfie' SBY dan PM Najib Ramaikan Jagad Twitter

Oleh: Rita Uli Hutapea

Jakarta, - Belum lama ini Presiden Amerika SerikatBarack Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron dan PM cantik Denmark Helle Thorning-Schmidt menjadi buah bibir dengan aksi foto selfie mereka. Banyak yang pro dan kontra karena foto selfie itu dilakukan saat acara mengenang mendiang Nelson Mandela.

Kini, aksi foto selfie juga dilakukan Presiden RISusilo BambangYudhoyono (SBY). SBY tampak berfoto bersama PM Malaysia Datuk Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak. Foto kedua pemimpin ini menjadi perbincangan hangat di jagad Twitter mulai sejak Kamis (19/12/) malam. Ada yang menyebutnya sebagai selfie serumpun. Ada pula yang menyebutnya selfie level petinggi negara.

Foto ini berasal dari kicauan PM Najib lewat akun Twitter miliknya @NajibRazak. Menurut linimasa Twitter, foto ini diposting pada Kamis malam. "With Presiden @SBYudhoyono today," demikian bunyi tweet PM Najib sebagai keterangan foto itu.

Dari foto tersebut tak bisa dipastikan siapa yang mengambil foto tersebut, apakah Najib atau SBY.

Di foto tersebut tampak SBY dan Najib sedang tersenyum dengan pandangan mata ke arah kamera. Kedua pemimpin itu tampak sedang berada di sebuah kendaraan terbuka. Di belakang keduanya, tampak Ibu Negara Ani Yudhoyono yang juga sedang tersenyum.

Foto 'selfie' yang merupakan kependekan dari 'self-portrait' ini marak dilakukan orang-orang masa kini. Sebelumnya, foto selfie yang dilakukan Obama, Cameron dan Thorning-Schmidt langsung menyebar luas di media sosial dan menuai beragam tanggapan. Namun kebanyakan mempertanyakan apakah aktivitas berfoto tersebut dilakukan pada momen yang tepat atau tidak karena dilakukan saat acara mengenang kematianMandela.

Kamis, 19 Desember 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SBY Mulai Pasrah Jokowi Bakal Gantikan Dirinya?


Sebagai seorang presiden yang akan segera habis masa jabatannya, SBY tentu memiliki rencana sendiri terkait masa depannya. Termasuk, seperti yang kita tahu, keinginannya untuk terus memajukan kader Demokrat sebagai capres. Akan tetapi, hasil survey yang terlihat akhir-akhir ini, kita tahu bahwa Jokowi masih menduduki peringkat pertama. Tentu saja, hal itu mengundang perhatian dari SBY sendiri. Mungkinkah, setelah waktu terus berjalan seperti ini, SBY sudah mulai pasrah pada kenyataan bahwa Jokowi mungkin saja menggantikan dirinya? Apapun itu, simak sedikit kisah yang kami sadur dari Tempo online ini.

Di Depan Jokowi, SBY Singgung Soal Presiden Baru

Oleh: Prihandoko

TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang menarik saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri puncak peringatan Hari Ibu ke-85 di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu, 18 Desember 2013. Ketika memberi sambutan, SBY mengingatkan bahwa akan ada presiden baru pada peringatan Hari Ibu tahun depan.

"Insya Allah peringatan Hari Ibu tahun depan, presiden kita yang baru nanti akan menghadirinya," kata SBY, disambut tepuk tangan hadirin. "Saya belum tahu siapa. Mungkin ada di ruangan ini," tambah SBY, kali ini disambut tepuk tangan meriah dan sorak-sorai hadirin.

Acara peringatan Hari Ibu ini turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi--begitu Joko Widodo biasa dipanggil--duduk sederet dengan SBY dan sejumlah tamu VVIP lainnya, seperti Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri kabinet. Meski belum resmi diumumkan partainya, PDI Perjuangan, untuk maju dalam pemilihan presiden nanti, Jokowi memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden hingga kini.

Belum reda keriuhan tepuk tangan hadirin, SBY mengingatkan soal kemungkinan lain. "Mungkin juga di luar ruangan ini. Hanya Allah yang tahu."

Adapun SBY meyakini calon penggantinya juga akan terus memajukan kehidupan kaum perempuan. Karena itu, ujar SBY, dalam kesempatan peringatan Hari Ibu ini, ia mengajak dan berharap semua organisasi perempuan serta pegiat perempuan untuk terus berjuang demi nasib dan masa depan kaum perempuan di Indonesia.

    Blogger news

    Blogroll

    Categories

    Tentang Kami

    Directory berita tentang pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2014