Tampilkan postingan dengan label JK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JK. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

JK Kelelahan Setelah Debat dengan Hatta?

Acara debat calon wakil Presiden yang berlangsung pada Minggu malam kemarin memang seru dan ketat. Masing-masing calon memaparkan argumentasinya, dan mencoba meyakinkan masyarakat bahwa mereka adalah orang yang paling tepat untuk mengatasi masalah negeri ini. Baik JK maupun Hatta sama-sama mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Siapa yang menang? Andalah yang menentukannya. Namun ternyata, ada kisah sedih yang terjadi setelah debat. Karena ternyata, setelah debat JK harus dilarikan ke rumah sakit. Dan itu membuat kita yang membaca ini semua berdoa agar dia baik-baik saja. Langsung saja, kita baca berita yang dilansir oleh Tempo.co ini:

Usai Debat dengan Hatta, JK Dirawat di Rumah Sakit

Oleh: Erwan Hermawan

TEMPO.COJakarta - Calon wakil presiden dari poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Muhammad Jusuf Kalla, menjalani perawatan seusai debat dengan cawapres Hatta Rajasa tadi malam. JK di rawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat.

Pada Senin, 30 Juni 2014, konsultan pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang juga  CEO PolMark, Eep Saefulloh Fatah, mengatakan, "Cuma istirahat. Nanti ada yang akan memberi tahu." 

Mantan Menteri Peridustrian Fahmi Idris menuturkan JK masuk rumah sakit seusai debat. JK, kata dia, masuk rumah sakit atas anjuran dokter. "Keletihan fisik saja," ujarnya.

Meski begitu, ia memastikan kondisi JK relatif sehat, hanya butuh istirahat karena kelelahan. "Secara keseluruhan sehat. Tapi memang beliau tidurnya kurang. Beliau tidur satu-dua jam per harinya," ujar mantan anggota Dewan Pertimbangan Partai  Golkar itu.

Ia memperkirakan jadwal kampanye yang padat sebagai penyebab JK kelelahan. "Coba bayangkan, pukul 6 pagi berangkat untuk kampanye. Berarti minimal pukul 5 sudah bangun. Pulang ke rumah pukul 2 malam. Siapa pun akan kolaps dan keletihan. Fisik berat pikiran juga berat," tuturnya.

Namun demikian, ia memastikan JK tidak mengalami penyakit serius. "Darah tinggi tidak ada dan penyakit jantung juga tidak ada," kata Fahmi. 

Untuk penjelasan lebih lanjut, ujar dia, akan ada konferensi pers terkait dengan kondisi JK. "Pukul 3 sore nanti akan ada penjelasan soal ini," tuturnya.

JK mengkuti debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum di Hotel Bidakara, Ahad malam, 29 Juni 2014. Debat yang dimoderatori Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Dr Dwikorita Karnawit itu bertemakan "Pembangunan Sumber Daya Manusia serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi". 

Kamis, 12 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Pendapat JK Tentang Pilihan Kader Golkar


Jusuf Kalla yang merupakan calon wakil presiden pendamping Calon Presiden Joko Widodo, memiliki banyak pendapat eksentrik dalam berbagai kesempatan. Jika dulu sempat ada komentar miring dari dia terkait rencana pencalonan Jokowi, sekarang JK kembali membuat sebuah pernyataan yang terbilang kontroversial dan cukup menarik.

Apakah perkataan dan statement dari pengusaha sukses asal Makassar ini? Mari kita simak berita yang dilansir oleh Tribunnews.com ini:

JK: Golkar Waras Pasti Pilih Mantan Ketua Umum

Oleh: Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU - Calon Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan ada dua kubu dalam Golkar. Pertama adalah kubu Golkar yang waras.
Menurut JK, kubu Golkar yang disebutnya waras itu akan memilih calon presiden yang pernah menjadi ketua umum Partai Golkar.
"Golkar yang waras pasti memilih kader bekas ketua umumnya dibanding ketua partai lain. Waras kan? Masa pilih saingan?" canda JK dalam orasi politiknya saat kampanye di Lapangan Kawasan Adat Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (12/6/2014).
Kata JK, sikap 'waras' tersebut hanya penting dalam dua bulan ini karena Pilpres akan berakhir dan Golkar sebentar lagi juga akan mengalami pergantian ketua umum.
Kubu kedua, JK tidak menyebutnya tidak waras. Hanya saja, JK mengingatkan agar tidak ada kader yang memilih membabi buta walau tidak tahu apa tujuannya.
"Ada yang sangat patuh membabi buta, patuh tapi tidak tahu tujuannya. Kita mengerti semua itu hak demokrasi hak masing-masing. Namun demkian yang diplih bukan partai tapi orang," kata JK.
Sekedar informasi, JK pernah menjabat Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Akbar Tandjung sejak Desember 2004 hingga 9 Oktober 2009.

Senin, 02 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

SLANK dan Dukungannya Untuk Jusuf Kalla


Seperti telah kita banyak ketahui, SLANK secara terang-terangan sudah menyatakan pilihannya. Dan seperti kita ketahui juga, pilihan yang mereka ambil adalah: pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla atau sering disebut dengan JKW-JK.

Kali ini, Slank semakin menegaskan pilihan mereka ketika secara terbuka bertemu dengan Jusuf Kalla. JK yang sudah berpengalaman dalam hal konsolidasi politik (mengingat ini adalah kali ketiganya dia mengikuti kompetisi antar capres seperti ini), berhasil memanfaatkan momentum untuk menjalin keakraban dengan para personil Slank.

Berita selengkapnya dapat anda lihat pada tulisan yang dilansir oleh Beritasatu.com ini:

Makan Pagi Bersama, Slank Ajukan Manifesto Perjuangan ke Jusuf Kalla

Oleh: Chairul Fikri

Jakarta - Grup band kawakan Slank menyambangi kediaman calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla (JK). Dalam kunjungan tersebut, grup band yang digawangi Bimbim, Abdi, Ivanka, Kaka dan Ridho itu dijamu sang tuan rumah dengan sarapan soto ayam buatan istri JK, Mufidah Jusuf Kalla.
Dalam pantauan Beritasatu.com, Bimbim, Ivanka dan Bunda Ifeth datang terlebih dahulu di kediaman Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya No 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tak lama kemudian, Abdi dan Jajang C Noer menyusul untuk bergabung sarapan pagi bersama pasangan Jokowi itu.
Dalam kesempatan itu, Slank memberikan sebuah manifesto (pernyataan terbuka) kepada JK yang berasal dari lagu di album terakhir Slank.
"Kita lihat pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla punya pandangan dan visi-misi yang sama dengan kita, yaitu menebarkan virus perdamaian dan cinta. Maka itu, kita juga sekaligus menyerahkan manifesto cinta dan liriknya yang 'ngindonesia', sesuai dengan Pancasila, dan itu kita lihat dari pasangan Jokowi dan JK," ungkap Bimbim mewakili Slank, Jakarta, Senin (2/6).
Lebih lanjut dalam kesempatan itu Bimbim juga menyatakan bangga dan bahagia, karena fan mereka (Jokowi) kini menjadi calon orang nomor satu di negeri ini.
"Yang jelas Slank bangga dengan Pak Jokowi, yang notabene seorang Slankers, kini maju menjadi calon presiden. Maka itu kita (Slank) dengan bulat menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Jokowi dan JK untuk maju memimpin bangsa ini," tutur drummer Slank itu.
Meski begitu Slank juga tak pernah memaksakan dukungannya kepada para Slankers untuk mendukung pasangan Jokowi-JK, karena Slank berusaha menciptakan iklim demokrasi di hadapan para fannya.
"Kita enggak pernah maksain para Slankers untuk milih salah satu pasangan saja, tapi kita hanya sekadar menganjurkan. Biarlah para Slankers yang menentukan sendiri, siapa pimpinan bangsanya. Yang penting jangan golput," lanjutnya.
Meski kini mereka (Slank) mendukung pasangan Jokowi dan JK, namun Slank menolak dukungan ini sebagai upaya Slank untuk berpolitik.
"Kita dari dulu enggak pernah berpolitik dan enggak akan pernah masuk ke dunia politik. Kalaupun sekarang kita dukung Jokowi dan JK, itu lebih karena mereka punya visi dan misi yang sama dengan kita, yaitu menyebarkan virus perdamaian dan cinta," tutup Bimbim.

Kamis, 29 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

JK Mulai Serang Prabowo?


Jusuf Kalla yang terkenal sejak dulu suka melakukan psy war dengan lawan politiknya, kali ini sepertinya mulai berniat melakukan strategi yang sama dengan dulu. Masih ingat bukan bagaimana JK menyindir SBY yang menggunakan mars dari produk Indomie yang notabene terbuat dari bahan baku yang tidak diproduksi Indonesia?

Kali ini, entah disengaja atau tidak, JK mulai menyisipkan sindiran-sindiran kepada calon presiden saingannya yang berpotensi besar menang pada pemilu kali ini: Prabowo. Tentu saja, tidak bisa ditarik kesimpulan apakah JK memang berniat menyindir Prabowo atau tidak, tapi kenyataannya memang perkataannya membuat kita berpikir ke arah sana. Pertanyaannya, benarkah JK mulai menyerang Prabowo? Kita berharap semoga itu tidak terjadi dan semua calon menggunakan cara yang elegan untuk memenangkan pemilu kali ini. Pemilu paling panas, karena semua orang Indonesia dapat mengemukakan pendapat mereka dan direkam oleh media sosial.

Sebelumnya, mari kita simak bersama berita yang dilansir oleh Tempo.co ini terlebih dahulu:

Bicara Soal Istri, JK Sindir Prabowo?

Oleh: Tri Suharman

TEMPO.COBandung Calon wakil presiden Jusuf Kalla kembali berkelakar tentang usianya yang sudah tua. Namun kali ini dia menyisipkan pentingnya peran seorang istri yang membuatnya tetap merasa muda.

"Alhamdulillah saya punya istri yang baik," kata Kalla di hadapan peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Grand Royal Panghegar Hotel, Jalan Merdeka, Bandung, Rabu, 28 Mei 2014.

Menurut mantan Ketua Umum Golkar itu istrinya, Mufida Kalla, adalah wanita yang mempermudah perjalanan kariernya hingga ke puncak. Sehingga dia tak terganggu dengan usia sesuai kalender, usia ideologis alias ritme kerja, serta usia semangat. "Makanya kalau tidak ada istri itu bahaya," kata dia disambut tawa sekitar 500-an peserta rapimnas.

Peserta rapimnas tampak tergelitik lantaran pernyataan JK bernuansa sindiran terhadap lawan politiknya Prabowo Subianto. Calon presiden Partai Gerakan Indonesia Raya itu hingga kini menduda lantaran bercerai dengan Titiek Soeharto, anak kandung presiden kedua Soeharto.

Kalla pun menyinggung soal pentingnya seorang yang berjiwa pemimpin menduduki jabatan presiden atau wakil presiden. Kalla mengatakan seorang kandidat presiden harus mampu membawa rasa bangga masyarakat terhadap negaranya. "Tetapi kalau semua harga tinggi apa yang bisa dibanggakan," ucapnya.

Senin, 26 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Jusuf Kalla Bersuara Soal Komentar Miringnya Terhadap Jokowi Dulu


Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil JK, akhirnya buka suara juga terkait sikapnya di masa lampau yang meremehkan Jokowi. Pasalnya, kita sempat melihat pada beberapa video dan media massa bahwa JK dulunya sempat 'mengejek' Jokowi yang baru saja dilantik sebagai Gubernur dan diisukan akan menjadi Presiden. Saat mendengar kabar itu, JK mengatakan bahwa sebaiknya Jokowi fokus pada Jakarta dulu.

Sebenarnya itu komentar yang biasa saja, namun menjadi tidak biasa ketika JK sekarang sudah menjadi cawapres dari Jokowi. Mana mungkin seorang wakil akan mendiskreditkan presidennya seperti itu? Namun untungnya, kali ini kita memiliki data tentang pengakuan JK. Berita ini, seperti yang dilansir oleh Kompas.com dapat anda baca sekarang juga:

JK Mengaku Sempat Melarang Jokowi "Nyapres"

Oleh: Achmad Faizal

SURABAYA, KOMPAS.com — Bakal cawapres Jokowi, Jusuf Kalla, mengaku sempat melarang Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres). Larangan itu disampaikan saat Jokowi baru dilantik dua bulan menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Itu pernyataan 1,5 tahun lalu, saat baru dua bulan dilantik gubernur. Sekarang kan sudah dua tahun, dan sudah terlihat kemampuannya," kata politisi Partai Golkar ini seusai menghadiri forum silaturahim ulama dan tasyakuran kemenangan PKB Jawa Timur di Surabaya, Minggu (25/5/2014) sore.

Saat itu, kata JK, Jokowi diisukan memang akan dijadikan capres oleh PDI-P. Namun karena masih dua bulan menjabat gubernur, JK menganggap Jokowi belum pantas. "Namun selama dua tahun, Jokowi mampu menunjukkan kualitasnya menjadi pemimpin, jadi tidak ada salahnya sekarang maju menjadi calon presiden," tambahnya. 

JK sebelumnya mengaku juga sempat penasaran dengan Jokowi, yang sempat menjadi obyek pemberitaan sebagai kepala daerah yang dianggap bagus. Karena itu, JK sempat mengirim utusan ke Solo untuk mengetahui lebih dalam latar belakang keluarganya. "Keluarga Jokowi Muslim taat, dan saya yakin juga NU," ujarnya.

JK semakin yakin saat dia menjadi makmum shalat berjemaah yang diimami Jokowi. Menurut JK, Jokowi membaca ayat-ayat Al Quran yang panjang. Hal itu, menurut JK, menunjukkan kualitas pengetahuan agama Jokowi. "Ini juga membuktikan bahwa isu Jokowi non-Muslim tidak benar," tekannya. 

Dalam forum itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga memperkenalkan JK kepada massa PKB. Muhaimin menyebut JK bukan orang baru di NU. JK tercatat sebagai Mustasyar Pengurus Besar NU.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Jokowi dan Janji Menteri untuk NU, Benarkah?


Jokowi memang dikabarkan tidak tertarik untuk melakukan transaksi politik yang menjanjikan jabatan kepada rekan koalisinya. Jokowi dalam beberapa kesempatan bahkan dikabarkan menolak untuk berkoalisi dengan partai yang meminta jatah menteri setelah menang nantinya.

Namun, muncul kabar baru bahwa ada kemungkinan Jokowi menjanjikan NU untuk mendapatkan posisi Menteri Agama apabila terpilih nantinya. Apakah itu benar? Belum tentu. Namun, kita dapat melihat sendiri berita yang dilansir oleh Republika.co.id ini. Langsung saja kita baca bersama:

Jokowi-JK Janjikan Posisi Menteri Agama untuk NU?
Oleh: Taufik Rahman
Sumber: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan optimismenya bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) bakal menjadi menteri agama jika Joko Widodo-Jusuf Kalla menang dalam Pilpres 2014.

"Saya menjamin menteri agama dari kalangan NU kalau Jokowi-JK menang," kata Cak Imin dihadapan ratusan warga NU yang hadir dalam acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jatim, di The Empire Palace, Surabaya, Minggu.

Pernyataan Cak Imin itu sekaligus untuk menepis beredarnya isu fitnah yang menyebutkan Joko Widodo akan menunjuk warga Syiah menjadi menteri agama jika terpilih dalam Pilpres 2014 mendatang.

"Ada isu yang bilang jika Jokowi menang maka menteri agamanya dari Syiah. Itu tidak benar," kata Cak Imin.

Namun ketika dikonfirmasi apakah calon menteri agama dari NU itu adalah dirinya, Cak Imin hanya tertawa saja.

Sementara itu, bakal calon wakil presiden Jusuf Kalla yang hadir di acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jawa Timur itu mengamini pernyataan Cak Imin.

JK optimis bahwa menteri agama akan berasal dari kalangan NU apabila dirinya dan Jokowi menang dalam Pilpres 2014.

"Itu sudah bisa dipastikan," kata JK seraya tertawa.

Pada hari Minggu, JK menyambangi basis massa NU di Surabaya, Jawa Timur. JK menemui para alim ulama di acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jatim, kemudian berziarah ke makam Sunan Ampel, mengunjungi Pondok Pesantren Bumi Sholawat pimpinan KH Agus Ali Mashuri serta melakukan kunjungan ke salah satu media cetak Surabaya.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Jokowi dan 54 Juta Pemilih Pemula


Jokowi sebagai media darling tentu memiliki banyak penggemar untuk memenangkan ambisinya (dan ambisi orang-orang di belakangnya) menjadi Presiden RI. Dan untuk itu, Jokowi menargetkan 54 juta pemilih pemula yang baru kali ini dihadapkan untuk memilih Presiden mereka.

Untuk lebih jelasnya bagaimana strategi Jokowi itu, mari menyimak berita yang dilansir oleh Merdeka.com ini:

Pemilih pemula dan golput dibidik menangkan Jokowi-JK

Oleh: Didi Syafirdi

Merdeka.com - Pemilih pemula menjadi salah satu target untuk bisa memenangkan pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla di Pilpres nanti. Diperkirakan pada 2014 ini ada sekitar 53 juta pemilih pemula.

"Memaksimalkan pemilih pemula, massa mengambang, dan golongan putih (golput) untuk memenangkan Jokowi sebagai presiden," ujar Indra P Simatupang, Koordinator Kampanye Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), Minggu (25/5).

Untuk bisa meyakinkan pemilih pemula, lanjut Indra, diusulkan ke Jokowi-JK untuk fokus pada dua agenda kesejahteraan rakyat. Pertama, mengatasi pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan dengan membangun direktorat jendral baru di Kementerian Tenaga Kerja.

"Direktorat ini yang akan bertugas menciptakan lapangan kerja. Itu merupakan tugas negara yang dijamin dalam konstitusi memberikan jaminan pekerjaan yang layak terhadap warga negaranya" katanya.

Kedua, Indonesia sebagai negara agraris harus berdaulat di bidang pangan. "Mereka masuk ke lembah kemiskinan karena tidak memiliki akses terhadap lahan, dan abainya pemerintah dalam mengupayakan peningkatan produktivitas petani lahan kering. Lahan pertanian yang tak memiliki sistem irigasi," jelasnya.

Menurut Indra, program pemberdayaan serta subsidi bagi petani miskin harus dilakukan. Jika dua program pokok ini dilakukan, lanjutnya, secara perlahan kesejahteraan akan terwujud.

"Pemerintahan Jokowi harus mampu menyediakan ketersediaan bibit dan pupuk untuk para petani miskin," tandasnya.
[did]
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Mari Hentikan Black Campaign!


Sudah pastinya dua nama yang akan maju sebagai capres pada tahun ini, membuat aroma persaingan begitu terasa. Mengapa? Karena itu berarti setiap calon hanya akan menghadapi satu saja lawan. Hal itu membuat logika 'menghancurkan lawan' menjadi dianggap lebih efektif dibanding 'menaikkan kawan.' Akibatnya? Black Campaign menjadi senjata yang banyak digunakan oleh para tim sukses.

Rasanya, sehari saja tidak mendiskreditkan saingan, akan terasa membosankan. Hal itu pula yang membuat media informasi kita, terutama internet menjadi terasa kotor. Ya, kotor dan menjijikkan. Sebuah kejadian yang meresahkan banyak pihak. Hingga akhirnya, juru bicara Jokowi angkat suara. Dia mengatakan bahwa tim Jokowi mengajak segenap warga untuk menghentikan Black Campaign. Entah apa maksudnya.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan langsung saja baca berita yang kami sadur dari Merdeka.com ini:

Jubir Jokowi-JK: Jangan nodai pilpres dengan black campaign

Oleh: Muhammad Hasits

Merdeka.com - Juru bicara pasangan Jokowi-JK, Syarifuddin Sudding berharap kampanye hitam (black campaign) segera dihentikan. Model kampanye semacam itu bisa merusak proses demokrasi.

"Kita berharap jangan sampai menodai proses demokrasi dengan upaya semacam kampanye hitam seperti itu," kata Syarifuddin Sudding kepada merdeka.com, Senin (26/5).

Syarifuddin menjelaskan, belakangan ini memang banyak kampanye hitam dialamatkan kepada pasangan Jokowi-JK. Jika ini terus dibiarkan, maka akan memperburuk citra pasangan tersebut.

"Kampanye semacam itu saya kira sudah masuk dalam ranah pidana. Seharusnya lakukanlah kampanye yang sehat. Kita akan tangkis dengan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat," ujarnya.

Belakangan ini memang marak terjadi kampanye hitam. Baik kepada pasangan Jokowi-JK atau Prabowo-Hatta. Kedua pasangan itu sama-sama diserang dengan kampanye hitam.

Jokowi misalnya, dituding berasal dari keturunan non muslim. Soal tudingan ini Jokowi sudah membantahnya.
"Lalu yang diragukan itu apanya, kemudian bapak dan ibu saya juga haji, semua adik saya haji. Istri saya juga sudah. Justru umrahnya lebih banyak istri," ujar Jokowi di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Minggu (25/5) kemarin.
[has]

Sabtu, 24 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Personil Slank ini Dukung Jokowi-JK


Dengan waktu kampanye yang semakin dekat, dukungan pun semakin banyak diberikan oleh para pesohor. Orang-orang terkenal yang memiliki pengaruh mulai menyuarakan dukungannya. Kali ini, Ada seorang personil Slank yang baru saja menyatakan dukungannya untuk Jokowi secara terang-terangan. Hal ini tentu menjadi pemicu semangat tim Jokowi dan JK dalam usahanya memenangkan RI 1 untuk 5 tahun ke depan.

Selengkapnya, langsung saja lihat di berita yang kami sadur dari Kompas.com ini:

Abdee "Slank" Dukung Jokowi-JK

Oleh: Irfan Maullana

AKARTA, KOMPAS.com -- Satu dari dua gitaris band Slank, Abdee Negara, percaya bahwa  bakal calon presiden (capres) Joko Widodo atau Jokowi dan bakal calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla atau JK merupakan pasangan figur yang akan membawa perubahan untuk Indonesia menjadi lebih baik, jika kelak mereka terpilih untuk memimpin negeri ini selama 2014-2019. 

"Mereka figur baru yang memiliki approach untuk membawa perubahan ya," kata Abdee dalam wawancara per telepon oleh Kompas.com di Jakarta, Jumat (23/4/2014). 

Abdee berharap pasangan Jokowi-JK bisa memprioritaskan beberapa program kerja yang penting demi perubahan itu. 

"Seperti program penegakan hukum, program ketahanan pangan, program yang menyejahterakan rakyat," tutur Abdee. 

Abdee juga optimistis bahwa JK, yang usianya sudah 72 tahun, akan tetap mampu mendampingi Jokowi. 

"Memang saya sadari itu (usia 72 tahun) jadi kelemahannya, tapi sejauh ini baik-baik saja kan. Pasti bisa lah," kata Abdee lagi. 

Karena itu pula, lanjut Abdee, ia bersamapara personel lain Slank, yaitu Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ivanka (bas), dan Ridho Hafiedz (gitar), akan menggunakan hak suara mereka dalam Pemilihan Presiden untuk periode 2014-2019, sebagaimana dalam tayangan kampanye Slank anti golongan putih. 

"Pasti berpartisipasi untuk memilih pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat," tekan Abdee.

Jumat, 23 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Visi dan Misi Pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla

Meskipun menjadi pemenang pemilu legislatif, tidak serta merta Jokowi menjadi orang yang berada di atas angin untuk menjadi presiden. Pasalnya, lobi politik yang tidak terlalu cepat, membuat Jokowi 'hanya' mendapatkan dukungan dari 4 partai saja. Padahal, Prabowo sebagai saingan Jokowi berhasil mendapatkan simpati dari  partai-partai lainnya, termasuk Golkar.

Nah, untuk mengetahui bagaimana sepak terjang dan rencana Jokowi jika terpilih menjadi Presiden RI menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Ada baiknya kita cermati dulu bagaimana visi dan misinya. Mengamati visi dan misi Jokowi cukup penting, mengingat dalam beberapa kesempatan banyak orang menuding bahwa Jokowi sebenarnya tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Sekarang adalah saat untuk pembuktiannya. Benarkah tudingan itu? Atau itu hanya black campaign saja?

Selain itu, ada juga hal menarik lain: faktor JK. JK sebagai mantan Wakil Presiden sekaligus mantan Capres pastilah sudah sangat berpengalaman dalam hal-hal seperti ini. Menarik untuk melihat, sumbangsih apa yang diberikannya untuk penyusunan visi misi kali ini. Apakah dengan masuknya JK sebagai calon wakil presiden dari kubu Jokowi akan mampu memberikan masukan yang penting bagi visi dan misinya? Hal ini terutama dalam hal ekonomi. Karena seperti kita tahu, JK adalah salah satu ahli ekonomi yang dimiliki oleh bangsa ini. Karenanya, tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita simak visi dan misi Jokowi - JK yang ada di link berikut:

Visi dan Misi Jokowi dan Jusuf Kalla

Menarik untuk melihat, apakah visi dan misi yang sekilas terlihat lebih sederhana dibanding milik Prabowo dan Hatta Rajasa ini akan mampu membuat Jokowi mengalahkannya? Meskipun kemungkinan untuk menang sangatlah kecil?

Jumat, 20 Desember 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

JK Tampik Kasus Ratu Atut akan Pengaruhi Golkar


Meskipun sudah banyak pihak yang beranggapan bahwa kasus Ratu Atut akan mempengaruhi elektabilitas partai Golkar (baca: Efek Kasus Ratu Atut Terhadap Pemilihan Presiden 2014), JK sebagai salah satu kader, memiliki pandangan tersendiri. Baginya, Kasus Ratu Atut hanya merupakan kasus lokal bagi Golkar. Hal ini menarik untuk disimak, mengingat Golkar adalah partai unggulan untuk mengusung calonnya dalam Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Pendapat selengkapnya dari Jusuf Kalla, langsung saja baca berita dari Vivanews ini.

JK: Bagi Golkar, Kasus Ratu Atut Hanya Berdampak Lokal

Oleh: Ita Lismawati F. Malau, Syahrul Ansyari

VIVAnews - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla memprediksi, penetapan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka akan berimbas ke suara partainya. Namun, kata Kalla, dampak yang muncul hanya bersifat lokal

"Kalau di Banten pasti ada pengaruhnya, tapi secara nasional tidak. Kami tidak bisa memperkirakan. Nantilah. Tergantung kasusnya seperti apa," kata Kalla saat ditemui di UniversitasIndonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat, Kamis 19 Desember 2013.

Kalla meyakini Partai Golkar tidak akan berpangku tangan menghadapi situasi tersebut. Sebaliknya, mereka tentu mempersiapkan sejumlah solusi atau langkah salah satunya dengan menonaktifkan Atut dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Pemberdayaan Perempuan.

"Biasanya kalau ada kasus, jabatannya diberhentikan dari struktur Partai Golkar. Tapi keanggotaannya tidak," ujarnya.

Meskipun demikian, mantan wakil presiden itu tetap menyampaikan rasa prihatin dana simpatinya terhadap Atut. Sebab, dia menilai Atut sudah mendapat musibah secara beruntun.

"Ibu Atut baru kehilangan suami, adiknya ditahan. Dia gubernur perempuan satu-satunya di Indonesia. Karena masalah, musibah tentu kami prihatin," tuturnya.

Ratu Atut ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga bersama-sama dengan adiknya, Tubagus Chaeri Wardhana, menyuap Akil Mochtar yang kala itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Tubagus diduga mengalirkan uang Rp1miliar ke Akil untuk pengurusan perkara sengketa pilkada Lebak, melalui pengacara Susi Tur Andayani.

Tak hanya kasus suap, Ratu Atut juga dibidik dalam dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Banten. Namun, untuk kasus terakhir ini, KPK belum menerbitkan surat perintah penyidikan.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Calon Presiden dari PKB


Meskipun Pemilihan Legislatif (Pileg) belum dilakukan, namun sudah banyak Partai mencoba mempromosikan dirinya dengan mencari-cari Capres. Padahal, belum tentu Partai itu nantinya dapat mengusung sendiri calonnya. Hal itu juga dilakukan oleh PKB. Meskipun survey menunjukan elektabilitas partai ini kecil, -apalagi semenjak pertentangan antara kubu Muhaimin dengan kubu Gus Dur- tetap saja hal itu tidak menghalangi keinginan PKB untuk mengumumkan Capresnya. Dan inilah, 3 calon presiden yang akan diusung oleh PKB pada pemilu 2014 nanti. Berita kami lansir dari Republika On Line.


Ini Tiga Bakal Capres PKB

Oleh: Irfan Fitrat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahfud MD mengatakan, sudah ada tiga bakal capres yang bertarung menjadi capres yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pilpres 2014 mendatang.

"Saya sudah masuk, Rhoma (Irama) sudah, Jusuf Kalla juga sudah masuk," kata Mahfud, selepas menjadi pembicara dalam acara Rapimnas DPRD Seluruh Indonesia, di Jakarta, Kamis (19/12).

Ia mengatakan, bakal capres final berarti sudah masuk dalam agenda PKB, dan semua sudah ada yang membawa secara institusional.

Mantan ketua MK itu mengatakan, semua capres yang diusung PKB sudah menyiapkan diri. Ia mengatakan, semua harus terlebih dulu bekerja untuk membesarkan partai. Setelah itu, tinggal menunggu keputusan DPP PKB untuk menentukan capres akhir.
"Semua menunggu Pileg (Pemilu Legislatif)," tutur pria asal Madura ini
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Jusuf Kalla (JK) Berduet dengan Rhoma?


Mendekati pemilu 2014, wacana pasangan presiden semakin banyak saja bergulir. Berbagai spekulasi dibuat oleh para analisis. Siapa akan berduet dengan siapa. Salah satu yang cukup menarik di masyarakat adalah pada wacana duet antara JK dengan raja dangdut, Rhoma Irama. Wacana ini cukup menarik, mengingat pencalonan Rhoma sebagai presiden saja sudah sangat menarik perhatian masyarakat. Lalu, apa kata JK soal isu ini? Simak saja berita dari kompas.com berikut ini.


Wacana Duet dengan Rhoma, Apa Kata JK?

Oleh: Deytri Robekka Aritonang

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menanggapi datar wacana penyandingannya dengan "Raja Dangdut", Rhoma Irama, sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2014. Bukan menjawab dengan analisis politik, Jusuf Kalla (JK) hanya menyebut dirinya tidak mengerti bernyanyi.

"Ha-ha. Saya tidak tahu nyanyi," ujar JK seusai menyampaikan orasinya pada seminar berjudul "Indonesia Menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang" di Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Politisi yang juga bertarung dalam Pilpres 2009 lalu itu mengatakan belum dapat menentukan pasangannya serta partai yang akan dikendarainya pada perhelatan demokrasi 2014 nanti. Menurut JK, pembahasan riil soal pencalonan presiden baru akan dilakukan pascapemilu legislatif (pileg) nanti.

"Selalu juga kita pahami bahwa semua itu baru bersifat riil kalau sudah pileg. Sekarang kan baru wacana-wacana," kata dia.

JK menyatakan, sebagai kandidat capres, dia lebih berpengalaman dibandingan calon lainnya. Pasalnya, dia pernah menjabat sebagai wapres pada periode 2004-2009 lalu. "Ya kan saya dianggap bisa nyanyilah. Pengalaman nyanyi soalnya," kata dia.

Pada 2012 lalu, JK sempat membuka peluang untuk maju kembali sebagai capres pada Pemilu 2014. Beberapa partai politik (parpol) peserta pemilu telah menyatakan ketertarikannya untuk mengusung Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu sebagai capres. Di antaranya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Blogger news

    Blogroll

    Categories

    Tentang Kami

    Directory berita tentang pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2014