Kamis, 22 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Tim Sukses PRabowo-Hatta Disinyalir Bertabur Bintang


Sebagai pasangan yang akan bertarung secara head to head dengan pasangan Jokowi - JK, kesiapan Prabowo bisa dibilang sangat maksimal. Selain sibuk bersafari politik, Prabowo juga berhasil mendapatkan banyak pendukung yang jelas-jelas menyuarakan harapannya bagi Prabowo. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, orang-orang itu pun disinyalir menjadi tim sukses dari Prabowo dan Hatta Rajasa sendiri. Untuk lebih lengkapnya, silahkan simak ucapan Hatta yang dirilis oleh Kompas.com ini:

Hary Tanoe Jadi Timses Prabowo-Hatta

Oleh: Kantor Berita Antara

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan bakal calon wakil presiden Hary Tanoesoedibjo disebut menjadi salah satu anggota tim sukses bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pemilu Presiden 9 Juli 2014. Hal itu disampaikan oleh Hatta.
"Ada Mahfud MD, Rhoma Irama, Hary Tanoesoedibjo dan masih banyak yang lainnya, saya tidak bisa menyebutkan satu per satu," ujar Hatta seusai melakukan rapat tertutup terkait tim sukses di Rumah Polonia, Jakarta, Rabu (22/5/2014), seperti dikutip Antara.
Menurut dia, tim sukses pasangan Prabowo-Hatta terdiri dari berbagai unsur yang berasal dari kader partai pengusung, ataupun dari luar itu. Mereka akan menghadapi pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang didukung empat parpol, yakni PDI Perjuangan, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Hanura.
"Untuk ketua tim sukses, yaitu Mahfud MD, sedangkan yang menjadi ketua harian adalah Zulkifli Hasan, yang akan dibantu oleh George Toisutta," ucap Hatta.
Ia mengatakan, semua yang dilaporkan organisasi sudah mantap sehingga infrastruktur ataupun mesin partai akan mengerahkan seluruh kekuatan di pelosok-pelosok daerah.
"Khususnya para relawan yang bergabung dan siap untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta," ujar dia.
Hary Tanoe gagal maju pada Pilpres 2014 bersama Wiranto lantaran rendahnya perolehan suara Hanura dalam pileg kemarin. Ia lalu keluar dari Hanura. Padahal, di Hanura, Hary Tanoe menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu. Sebelum di Hanura, ia bergabung dengan Partai Nasdem.
Wiranto menyebut Hary Tanoe keluar dari Hanura lantaran ingin mendukung dua pasangan tersebut, sebagai seorang pengusaha. Sementara itu, Hanura memutuskan mendukung Jokowi-JK.

Jumat, 09 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

PAN Segera Menentukan Pilihan Koalisi


Meskipun pengumuman hasil akhir rekapitulasi dari KPU belum benar-benar keluar secara resmi. Tapi pergerakan partai-partai peserta pemilu semakin gencar saja. Setelah Nasdem dan PPP mengeluarkan berbagai kontroversi terkait keputusan koalisinya, kali ini giliran PAN yang masuk dalam pemberitaan. PAN dikabarkan sudah siap untuk memastikan siapa pilihan koalisinya. Namun, partai mana yang dipilih, PAN belum ingin secara gegabah membeberkannya.

Menarik untuk ditunggu, koalisi manakah yang akan dipilih oleh PAN? Dan apakah Amien Rais masih mempengaruhi keputusan tertinggi dari partai yang dibentuk era reformasi ini? Mari kita tunggu. Sembar menunggu, kita nikmati saja dulu berita yang dilansir oleh Yahoo news ini.


PAN: Koalisi kami tinggal satu tarikan napas

Oleh: Merdeka.com

MERDEKA.COM. Partai Amanat Nasional (PAN) mengakui selangkah lagi akan menentukan koalisi. Namun, PAN masih merahasiakan ke arah mana mereka akan berlabuh, apakah PDIP dengan Jokowi atau Gerindra dengan Prabowo Subianto.

Sekjen PAN Taufik Kurniawan mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil resmi KPU tentang pemilu legislatif. Setelah itu, pihaknya baru akan menggelar Rakernas yang rencananya menentukan arah koalisi nanti.

"Seluruh keputusan final koalisi akan diputuskan dalam Rakernas. Selama ini kami masih diminta masukan dan pendapat serta menjalin komunikasi dengan seluruh parpol. Memang ada beberapa hal yang cukup intens, katakanlah melalui ketua umum PAN Hatta Rajasa atau ketua MPP Pak Amien Rais," kata Taufik saat dihubungi, Jumat (9/5).

Menurut dia, penentuan arah koalisi ada di Rakernas nanti. Dia memprediksi, Rakernas akan digelar Minggu ini.

"Insya Allah dalam waktu kurang 1 Minggu ke depan. Saya perlu koordinasi dulu dengan panitia, begitu ada rilis KPU," imbuhnya.

Dia menilai, koalisi PAN tinggal selangkah lagi. Namun ia kembali tak ingin menyebut, kemana arah koalisi PAN dan meminta menunggu hasil Rakernas nanti. "Soal koalisi, tinggal satu tarikan napas. Meski saya tidak mengatakan ke Gerindra atau manapun. Pada rakernas kita akan memfinalisasi," pungkasnya.

Diketahui, Hatta Rajasa adalah salah satu calon kuat pendamping Prabowo di pilpres mendatang. Bahkan rencananya, Prabowo bakal hadir di Rapimnas PAN nanti.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Seputar Koalisi PDI-P dan Nasdem


Koalisi yang sudah sangat jelas didengungkan oleh PDI-P dan Nasdem. Meskipun PDI-P sama sekali belum memutuskan sikap terkait bag-bagi kekuasaan, namun Nasdem sudah dengan mantap menyambut ambisi PDI-P untuk menjadi pemegang kekuasaan pada tahun ini, setelah dua periode belakangan selalu menjadi oposisi.

Baik PDI-P dan Nasdem sudah mulai menyusun langkah-langkah untuk memenangkan pemilu kali ini. Hal ini seperti yang diberitakan oleh Kompas.com bahwa Nasdem bahkan sudah membuat tim pemenangan pemilihan presiden 2014 ini. Begitu juga dengan Jokowi yang merasa sudah mantap dengan sikap politik dari Nasdem dan PKB dan bersiap untuk memenangi pilpres besok setelah menunggu 10 tahun. Hal itu diungkapkannya kepada republika.co.id. Lalu, bagaimana akhirnya? Mampukah koalisi PDI-P dan Nasdem ini memenangkan pilpres 2014 kelak? Kita tunggu saja.

PDI-P dan Nasdem Bentuk Tim Pemenangan Jokowi

Oleh: Indra Akuntono dari kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Nasdem membentuk Tim Pemenangan Pemilihan Presiden. Tim tersebut akan fokus mengupayakan pemenangan bakal calon presiden yang diusung, yakni Joko Widodo (Jokowi). 

Anggota Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Faisal Reza Yoenoes mengatakan, beberapa petinggi kedua partai menjadi anggota dalam tim pemenangan itu, di antaranya adalah Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan, dan beberapa Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem. 

"Dari PDI-P ada Pak Sekjen dan Ketua Bappilunya," kata Faisal, saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014) malam. 

Faisal mengatakan, tim pemenangan partai ini berbeda dengan tim pemenangan yang dibentuk oleh sejumlah relawan. Meski demikian, strateginya akan diselaraskan untuk memenangkan Jokowi di Pilpres 2014.

"Partai punya tim, dan relawan berkoalisi dengan rakyat membentuk elemen pendukung untuk memberi pemahaman tentang siapa Jokowi dan meluruskan penilaian yang keliru," ujarnya. 

Sementara itu, di internal PDI-P, tim pemenangan pemilu dikomandoi oleh Puan Maharani yang juga bertugas menjadi ambassador partai bersama Sekjen DPP PDI-P Tjahjo Kumolo. Di luar itu, Jokowi juga memiliki tugas untuk menjajaki kerja sama politik dengan sejumlah partai.

Partai Nasdem adalah satu-satunya partai yang telah memastikan berkoalisi dengan PDI-P pada pilpres tahun ini. Selain Nasdem, PDI-P juga mendapat sinyal kuat dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) serta masih mengharapkan partai lainnya untuk segera bergabung memenangkan Jokowi sebagai presiden.

Jokowi: Yang Cocok Baru PKB dan Nasdem

Oleh: Akbar Wijaya dari Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) PDIP, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan partainya belum menutup pintu koalisi dengan partai lain. PDIP masih membuka kerjasama dengan partai politik selain Nasdem dan PKB. "Sejak dahulu kita terbuka dengan semua partai. Koalisi dengan PKB tinggal diumumkan saja," kata Jokowi, Senin (6/5).

Jokowi mengakui PDIP ingin membangun koalisi kabinet yang ramping. Namun ini tidak berarti koalisi dibentuk dengan sedikit partai. Dia menjelaskan koalisi ramping lebih dimaksudkan pada upaya membangun kerjasama yang tidak tersandera oleh urusan pembagian kekuasaan. "Kita tidak terbebani oleh urusan kursi dan menteri," ujar Jokowi.

PDIP ogah berkoalisi dengan partai yang belum bekerja sudah bicara soal jatah pembagian menteri dan kekuasaan. PDIP, kata Jokowi, hanya mau berkoalisi dengan partai yang mendahulukan kerja menyelesaikan persoalan bangsa. 

Sejauh ini, imbuh Jokowi, baru Nasdem dan PKB yang cocok dengan gagasan PDIP. "Yang cocok dengan kita sampai saat ini baru Nasdem dan PKB. Bukannya kita menutup ke yang lain," ujar Jokowi.

Koalisi dengan Nasdem dan PKB cukup membuat Jokowi optimistis isa memenangkan pemilu presiden (pilpres) 2014. Dia percaya kekuatan mesin partai yang bekerja untuk pemenangan dirinya bertambah banyak. "Kalau kader tambah dari Nasdem dan sekarang tambah dari PKB saya optimis (menang)," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan pilpres 2014 merupakan momentum bagi PDIP merebut kekuasaan. Menurutnya PDIP sudah menunggu selama 10 tahun untuk menunggu momentum ini. Sekarang, imbuh Jokowi, saatnya membuktikan penantian 10 tahun bukan hal yang sia-sia. "Dalam waktu 60 hari ini penentuannya menang atau kalah. Tinggal 60 hari, kita sudah tunggu 10 tahun," ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan kader-kader PDIP tidak lengah dan jumawa merasa menang. Dia mengatakan lawan-lawan politik PDIP tidak bisa dipandang remeh. "Dan teman kita di sana itu tangguh. Kuat secara finansial," Jokowi mengingatkan.

Kamis, 08 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Koalisi Gerindra dan PKS Tinggal Tunggu Waktu?


Gerindra dan PKS yang dulunya sempat terlihat berseberangan, kini semakin dekat untuk berkoalisi. Hal ini terlihat dari beberapa kali, petinggi PKS menyatakan kekagumannya terhadap Prabowo, yang digadang-gadang akan menjadi capres kuat penantang Jokowi yang sangat diunggulkan.

Baik Gerindra maupun PKS merupakan partai yang mendapatkan suara cukup besar pada pileg kemarin. Meskipun pada akhirnya tidak dapat mengajukan capres sendiri (harus berkoalisi untuk mencapai syarat minimal) namun kedua partai ini memiliki massa yang solid dan dapat diperhitungkan.

Jika benar Gerindra dan PKS bergabung, bisa dipastikan persaingan menuju RI 1 akan semaking seru dan menegangkan, tidak kalah dengan persaingan di Liga Spanyol dan Liga Inggris.

Dan inilah dua berita yang menguatkan kemungkinan koalisi dari PKS dan Gerindra pada pemilihan presiden 2014 mendatang. Berita dari Tribunnews ini dilansir oleh Yahoo news.

PKS Segera Deklarasikan Koalisi dengan Gerindra

Oleh: Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) segera mendeklarasikan koalisi dengan Partai Gerindra pada pemilihan presiden 2014. Hal itu menyusul adanya kesamaan platform antara keduanya.
"Gerindra menyetujui 99 persen. Bila semua oke, minggu ini bisa dideklarasikan," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Hidayat mengatakan pihaknya merespon positif ajakan Gerindra melalui ketua dewan pembina Prabowo Subianto untuk berkoalisi. Apalagi, Gerindra mengajak PKS melalui mekanisme formal dengan melayangkan surat.
"Tim sudah bertemu dan kita bersepakat untuk membuka peluang dengan Gerindra," imbuhnya.
Mantan Ketua MPR itu juga mengatakan platform Gerindra dan PKS hampir 99 persen memiliki persamaan. PKS, katanya, akan menunggu perkembangan selanjutnya untuk melakukan komunikasi politik dengan Gerindra.
"Koalisi kedepannya bagaimana, akan membicarakan misalnya kasus seksual kepada anak-anak. Lalu kontrak karya tambang di Indonesia, serta peningkatan status kementerian perempuan," tuturnya.

Fahri Hamzah: Pemikiran Prabowo Sangat Dalam

Oleh: Tribunnews.com

Tribunnews.com, Jakarta - Arah koalisi PKS dengan Gerindra tampaknya mulai menemui titik terang benderang. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah yang dulu dikenal kritis kini mulai memuji Calon Presiden (Capres) Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Prabowo itu cara berpikirnya cepat sekali. Jadi nggak kebayang Prabowo akan menumpuk masalah-masalah yang tidak dipecahkan karena tabungan solusi di kepalanya banyak sekali," kata Fahri di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Tidak berhenti di situ, Fahri bahkan menegaskan bahwa Prabowo sudah sangat detail membicarakan dengan PKS seperti bagaimana membangun pemerintahan yang kuat, menyelesaikan kasus korupsi, bagaimana membangun infrastruktur, dan sebagainya. "Sangat dalam sekali pemikiranya (Prabowo)," kata Fahri.
Menurut Fahri, koalisi PKS dengan Gerindra semakin dekat. Ini disebabkan kedua partai memiliki visi yang sama membangun bangsa.
"Karena ide-ide cemerlang dan konsep kita tentang bagaimana penyelesaian masalah-masalah bangsa. Inikan banyak masalah yang kalau Presidennya salah muter-muter juga kan, korupsi muter-muter pemerintah ada masalahnya sendiri muter-muter, koalisi muter-muter.
Nah, kami mengajukan strategi dan konsep bagaimana agar masalah-masalah laten ini diakhiri dan jangan jalan di tempat seperti sekarang ini," kata Fahri.

Rabu, 07 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Mahfud MD Bukan Cawapres Jokowi?


Semakin banyak saja isu yang bertebaran terkait koalisi dari para pelempar isu yang ada di negeri ini. Setelah kemarin kita melihat santernya isu kerjasama antara Prabowo dan Ical yang memang disinyalir kuat. Dan beberapa waktu yang lebih jauh lagi, kita bertanya-tanya, siapa cawapres Jokowi?

Dari pertanyaan itu, mencuatlah nama Mahfud MD. Masalahnya, benarkah Mahfud MD adalah cawapres dari Jokowi? Mari kita simak beberapa berita yang dilansir oleh Yahoo news.

Mahfud Sebut Wacana Dirinya Cawapres Jokowi Tidak Jelas

Oleh: Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan isu dirinya akan mendampingi bakal calon presiden dari PDIP Joko Widodo sebagai calon wakil presiden hanyalah mengada-ada.
"Analisis dari orang luar saja, enggak jelas itu sumbernya," ujar Mahfud usai menghadiri acara pengukuhan mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Hendropriyono sebagai guru besar ilmu intelijen di Sekolah Tinggi Intelijen Negara yang digelar di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Meski PDI Perjuangan telah melakukan komunikasi politik dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahfud yang juga didaulat sebagai bakal calon presiden dari PKB ini menegaskan tidak ada pembahasan mengenai posisi cawapres PDI Perjuangan harus dari PKB.
"Sudah dinyatakan, sudah dalam proses koalisi, kolisi itu kan tidak mensyaratkakn siapa cawapresnya, Cawapresnya itu akan ditentukan oleh Bu Mega dan Pak Jokowi, yang berkoalisi kan karena beliau capres dan belum ada yang tahu juga siapa cawapresnya," kata Mahfud.
Seperti diketahui, bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo mengaku dirinya sering melakukan pertemuan dengan bakal calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahfud MD
"Ya sering (melakukan pertemuan)," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2014).
Jokowi yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, pertemuannya dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI ini tidak ada pembahasan mengenai pembagian kursi jabatan.
"Kami itu tidak pernah ngobrol masalah jabatan, masalah menteri. Kami tidak pernah membicarakan itu. Saya tidak mau membawa pada suasana itu," ucap Jokowi.
Mantan Walikota Solo ini menjelaskan, pertemuannya dengan Mahfud MD hanyalah membicarakan mengenai langkah kerja kedepan, membangun negara dari persepektif masing-masing.
"Pembicaraan hanya mengenai suasana langkah-langkah, suasana kerja," tutur Jokowi.

Jokowi Mengaku Sering Bertemu Mahfud MD

Oleh: Nicholas Timothy Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo mengaku dirinya sering melakukan pertemuan dengan bakal calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahfud MD

"Ya sering (melakukan pertemuan)," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2014).

Jokowi yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, pertemuannya dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI ini tidak ada pembahasan mengenai pembagian kursi jabatan.

"Kami itu tidak pernah ngobrol masalah jabatan, masalah menteri. Kami tidak pernah membicarakan itu. Saya tidak mau membawa pada suasana itu," ucap Jokowi.

Mantan Walikota Solo ini menjelaskan, pertemuannya dengan Mahfud MD hanyalah membicarakan mengenai langkah kerja kedepan, membangun negara dari persepektif masing-masing.

"Pembicaraan hanya mengenai suasana langkah-langkah, suasana kerja," tutur Jokowi.
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Harry Tanoe, Habis Manis Sepah Dibuang


Sungguh malang nasib Harry Tanoe. Setelah modal besar dia keluarkan demi iklan besar-besaran partai di stasiun TV miliknya, kini dia dianggap gagal oleh para kader partai Hanura. Para pimpinan partai itu menganggap bahwa ketidak-signifikan-an suara Hanura pada pemilu legislatif kali ini dikarenakan strategi yang tidak berhasil dari Hary Tan. Padahal, seperti yang sudah kita tahu, iklan dan kampanye yang dilakukan oleh HT cukup besar dan sering kita lihat.

Kisruh pun terjadi di tubuh partai Hanura. Hampir pasti gagal maju dalam pemilihan presiden 2014, membuat Hanura seperti kehilangan arah. Salah satunya adalah gonjang-ganjing untuk mencopot HT dari jabatannya sebagai penanggung jawab pemenangan pemilu.

Berikut adalah dua berita yang kami sadur dari Kompas.com dan Tempo.co perihal kisruh Hanura dan malangnya nasib HT ini.

Wasekjen Hanura: Hary Tanoe Sudah Jadi Masa Lalu yang Menyedihkan

Oleh: Indra Akuntono dari Kompas.com

AKARTA, KOMPAS.com — Jebloknya perolehan suara Partai Hanura pada Pemilu Legislatif 2014 membuat kondisi di internal partai itu memanas. Sejumlah pengurus melimpahkan kesalahan kepada Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Hanura. Sebagai pimpinan Bappilu, Hary Tanoesodibjo didesak mundur.
"Kami memandang Hary Tanoe sudah menjadi masa lalu Hanura, masa lalu yang menyedihkan," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Kristiawanto saat dihubungi, Selasa (6/5/2014).
Kristiawanto mengaku, semakin geram karena Hary Tanoe seperti tak menyadari kesalahannya. Hal itu tampak dari masih ditayangkannya iklan Hanura yang memuat pasangan bakal calon presiden Wiranto dan bakal calon wakil presiden Hary Tanoe.
Menurut Kristiawanto, iklan-iklan tersebut justru membelenggu Ketua Umum Hanura Wiranto dalam membuka peluang koalisi. Atas dasar itu, ia juga meminta Hary Tanoe menghentikan semua iklan itu dan menyadari kegagalannya membawa Hanura berjaya di Pileg 2014.
"Sangat naif sekali. Saya memandang iklan tersebut tidak ada manfaatnya, justru membelenggu dalam menentukan arah koalisi. Hentikan iklan itu karena pemilu sudah usai dan perolehan Hanura tidak signifikan," ungkapnya.
Rendahnya perolehan suara Hanura di Pileg 2014 menyulut kritik di internal. Selain Kristiawanto, Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi juga menuntut Hary Tanoe mundur karena tak mampu menjalankan tugas dalam memaksimalkan kemenangan Hanura. Berdasarkan hasil hitung cepat, Hanura berada di posisi 10.
Meski begitu, Ketua DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding terus membela Hary Tanoe. Ia mengatakan, partainya tak dapat dikatakan gagal di pileg tahun ini karena perolehan suaranya meningkat sekitar dua persen di Pileg 2014.
Sudding menuturkan, dalam mengupayakan pemenangan pileg, Hary Tanoe telah menjalankan sejumlah program nyata di tengah masyarakat. Mengenai munculnya kritik di internal, ia menilai, penyebabnya karena ada pihak yang terganggu dengan sepak terjang Hary Tanoe.
Pasalnya, semua program pemenangan diambil alih oleh Hary Tanoe sehingga tak ada lagi celah untuk orang lain mencuri kesempatan saat program-program itu digulirkan.
"Kita enggak bisa membebankan pemenangan partai pada satu orang. Sungguh sangat disesalkan yang selama ini hanya pandai mengkritik, tapi tak mau introspeksi dan sumbangannya kepada partai enggak ada," tandasnya.

Soal Hary Tanoe Didesak Mundur, Wiranto Bungkam  

Oleh: Tri Suharman Tempo.co

TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto menggelar pertemuan tertutup dengan elite partainya sebelum rapat pimpinan nasional (rapimnas) dibuka secara resmi di Hotel Sultan, Senayan, Selasa, 6 Mei 2014. Rapat tersebut tidak dihadiri oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Hanura Hary Tanoesoedibjo. 

Rapat yang diikuti elite Hanura seperti Ketua Dewan Pimpinan Pusat Saleh Husin, Sarifudin Sudding, Gusti Randa, serta Wisnu Dewanto berlangsung sekitar 15 menit. Setelah pertemuan mereka langsung memasuki sebuah ruangan berbeda tak jauh dari arena rapimnas. 

Wiranto yang dicegat wartawan, bungkam ihwal ketidakhadiran Hary dalam rapat tersebut. Ia juga menolak menanggapi desakan kadernya yang meminta Hary Tanoesoedibjo mundur dari jabatan ketua Bapilu. "Nanti ada rilis tentang pertemuan ini, nanti, nanti," kata dia bergegas masuk ke ruangan.

Sekitar sepuluh menit Wiranto berada dalam ruangan yang berisi sejumlah kue itu, Hary tampak muncul dan langsung memasuki ruangan tersebut. Mengenakan kemeja warna putih, wajah bos MNC Grup itu tampak tegang. 

Beberapa menit kemudian Wiranto pun keluar dari ruangan didampingi Hary. Berjalan dengan langkah cepat, tak ada tawa yang ditampilkannya Hary saat berjalan memasuki ruangan rapimnas. Sebelumnya, Ketua DPP Hanura Fuad Bawazier menuding Hary tak bekerja maksimal menaikkan suara Hanura pada pemilu legislatif lalu.

Selasa, 06 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Koalisi Golkar dan Gerindra Semakin Mendekati Kenyataan?


Perolehan suara yang cukup tinggi dari partai Golkar dan Gerindra, membuat koalisi keduaya bukanlah hal yang diduga kebanyakan orang sebelumnya. Apalagi, mengingat ambisi dari ketua umum partai Golkar, Abu Rizal Bakri yang sangat ingin menduduki kursi RI 1, sungguh mengejutkan jika kemudian dia tiba-tiba mau menejadi cawapres dari Prabowo Subianto.

Kenyataannya, itulah yang terjadi. Setidaknya yang ditangkap oleh media saat ini. Pertemuan antara Prabowo dan Ical pada awal bulan ini menjadi indikasi kuat, meskipun hasil rekapitulasi dari KPU belum diumumkan secara resmi.

Lalu, benarkah koalisi ini akan terjadi? Apa pula efek yang bisa dibawanya? Ini adalah beberapa berita yang kami sadur dari Kompas dan Republika. Selamat menikmati.

Berkoalisi, Prabowo-Aburizal Bisa Saling Mematikan

berita dari Kompas.com


JAKARTA, KOMPAS.com - Intimnya hubungan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menimbulkan spekulasi keduanya benar-benar akan berkoalisi menghadapi Pemilu Presiden 2014. Namun, duet ini dinilai justru akan saling mematikan karena rekaman jejak masa lalunya.

Pengamat politik dari Centre For Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi mengatakan, duet Prabowo-Aburizal sangat dimungkinkan karena akumulasi suara Gerindra-Golkar di pemilu legislatif dapat menembus ambang batas pencalonan presiden. Terlebih, keduanya jelas memiliki nafsu yang sama besarnya untuk merebut kekuasaan dan memerintah.

"Kepentingannya sama, sama-sama ingin berkuasa yang kemudianenggak lagi mempersoalkan siapa yang jadi capres atau cawapres," kata Kristiadi saat dihubungi, Senin (5/5/2014) malam. Apalagi, Aburizal telah mengeluarkan isyarat bersedia menjadi bakal cawapres karena sadar sulit peluangnya bila nekat menjadi bakal capres.

Namun, kata Kristiadi, duet dua tokoh ini dapat saling membelenggu, bahkan mematikan satu sama lain. Pasalnya, Prabowo masih dikaitkan dengan isu dugaan pelanggaran HAM sementara Aburizal dengan bencana lumpur Lapindo, di Jawa Timur. Selain itu, Aburizal juga akan terganjal dinamika di internal Golkar yang sangat keras mewacanakan evaluasi pencapresannya.

Wacana evaluasi itu muncul karena elektabilitas Ical yang rendah dan gagal membawa Golkar meraih suara sesuai target di Pemilu Legislatif 2014. "Ini bisa jadi kartu mati. Kesamaan keduanya bukan soal visi, tapi soal kepentingan ingin berkuasa. Alasan lainnya sudah enggak masuk akal," ujarnya.

Sesuai keputusan partai, Aburizal ditunjuk dan ditetapkan sebagai bakal capres, bukan bakal cawapres. Dengan begitu akan muncul pertanyaan ketika tiba-tiba Aburizal membuat kesepakatan tanpa melalui mekanisme partai. "Lalu Aburizal membuat deal tiba-tiba dengan Prabowo, padahal jumlah suara Golkar lebih besar. Ada apa kok mau?Emangnya Golkar milik Aburizal?" ujar Kristiadi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penjajakan antara Prabowo dengan Aburizal terlihat semakin gencar dilakukan. Mereka terus melakukan pembicaraan politik dan memetakan peluang berkoalisi. Seusai menemui Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/5/2014), Aburizal bahkan mengaku siap bila harus menjadi bakal cawapres bagi Prabowo.

Aburizal mengatakan pula, jika tak ada perubahan maka koalisi antara Gerindra-Golkar akan disampaikan sebelum 18 Mei 2014. Setali tiga uang, Prabowo juga mengatakan dia berharap koalisi dengan Golkar akan terwujud dalam waktu dekat.

Prabowo mengatakan ada banyak kesamaan pandangan antara dia dengan Aburizal. Di antara kesamaan itu, sebut dia, adalah soal keharusan penguatan ekonomi nasional melalui usaha kecil dan perlunya tenda besar untuk mengelola kemajemukan Indonesia.

Oleh: Indra Akuntono


Politisi Golkar: Koalisi, Prabowo, Atau Ical Mengalah
Berita dari Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - -Politisi senior Partai Golkar Zainal Bintang mengatakan calon presiden (capres) partainya Aburizal Bakrie (Ical) memang pernah melakukan penjajakan dengan capres Partai Gerindra Prabowo Subianto. Karena itu, ia menilai banyak bermunculan spekulasi, termasuk kemungkinan koalisi.

Zainal mengatakan, pertemuan Ical dan Prabowo hanya sebatas normatif. Ia menilai, arah menuju koalisi pun terhambat karena masih ada masalah. Menurut dia, masalah itu karena Golkar dan Gerindra sama-sama sudah mempunya capres.
"(Kalau mau berkoalisi) Harus ada satu putaran untuk memastikan satu mengalah," kata dia, dalam acara diskusi di Cikini, Jakarta, Ahad (4/5).

Golkar selama ini masih bertahan untuk mengusung Ical sebagai cawapres meskipun banyak survei yang menilai elektabilitas Ical kalah dengan Prabowo dan juga capres PDI Perjuangan (PDIP) Joko Widodo. Karena itu, menurut Zainal, wacana koalisi Golkar-Gerindra masih gerakan tanpa bola. "Tertumbuk tembok besar karena dua-duanya capres," ujar dia.

Muncul juga wacana Ical untuk disandingkan dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa. Zainal mengatakan, itu masih gerakan tanpa bola yang sulit untuk berjalan lebih jauh prosesnya. Apalagi, ia melihat masih ada penilaian faktor jawa non-jawa. Sementara Ical dan Hatta berasal dari luar pulau Jawa. "Saya rasa dengan tegas mengatakan tidak mungkin," kata dia.

Oleh: Fernan Rahadi

    Blogger news

    Blogroll

    Categories

    Tentang Kami

    Directory berita tentang pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2014